Program MBG di Papua dapat dukungan China dan UNICEF

Anak-anak menyantap hidangan MBG di SD Negeri Inpres Serah di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, pada 4 Februari 2026. (Xinhua/Ye Pingfan)

Program MBG di Papua bertujuan untuk mengurangi gangguan pertumbuhan dan perkembangan (stunting) serta malanutrisi selama perkembangan anak usia dini yang kritis.

 

Jayapura, Papua (Xinhua/Indonesia Window) – Kunjungan penilaian bersama terhadap proyek bantuan pemerintah China dan UNICEF untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia digelar pada 3 dan 4 Februari di Jayapura, ibu kota Provinsi Papua.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan tanpa pamrih dari pemerintah China, yang telah memungkinkan kelompok rentan di Provinsi Papua, seperti anak-anak dan ibu hamil, untuk menerima makanan yang lebih bergizi dan seimbang, dan bagi anak-anak usia sekolah untuk menerima pendidikan yang lebih baik.

Li Hongwei, minister counselor dari Kedutaan Besar China di Indonesia, menyatakan bahwa proyek bantuan tersebut telah mencapai hasil positif, bermanfaat bagi hampir 140.000 orang dan membawa manfaat nyata bagi anak-anak, perempuan, dan masyarakat setempat. Diharapkan semua pihak akan terus memastikan pelaksanaan dan kualitas proyek tersebut, terus meningkatkan status gizi anak-anak dan perempuan di Papua, memperluas jangkauan proyek kepada lebih banyak orang, dan menciptakan model kerja sama trilateral yang efektif dan sukses.

Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, mengatakan berinvestasi pada anak-anak berarti berinvestasi pada masa depan. UNICEF akan terus mendukung program MBG pemerintah Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan anak dan ibu melalui kerja sama dengan mitra internasional.

Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke China pada November 2024, kedua negara menandatangani Pernyataan Bersama tentang Mempromosikan Kemitraan Strategis Komprehensif dan Membangun Komunitas Indonesia-China dengan Masa Depan Bersama, yang komponen kuncinya adalah dukungan China untuk program MBG Indonesia. Pada Desember tahun yang sama, Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional China (CIDCA) dan Kantor UNICEF China menandatangani sebuah perjanjian yang mendukung pemerintah Indonesia dalam melaksanakan program tersebut. Ini adalah proyek bantuan tunai pertama yang dilaksanakan bersama oleh pemerintah China dan UNICEF di Indonesia, sebuah langkah pragmatis oleh China untuk mengimplementasikan konsensus yang dicapai oleh kedua kepala negara.

Sejak Januari 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) Indonesia telah melaksanakan program MBG secara nasional. Saat ini, program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 60 juta orang dan pada akhirnya lebih dari 82,9 juta orang akan menerima manfaat dari program itu.

Program ini bertujuan untuk mengurangi gangguan pertumbuhan dan perkembangan (stunting) serta malanutrisi selama perkembangan anak usia dini yang kritis, meningkatkan perkembangan fisik dan kognitif anak, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Bagi ibu hamil dan menyusui, akses terhadap makanan bergizi memastikan mereka menerima nutrisi penting, sehingga mendorong kehamilan dan perkembangan anak yang sehat.

Sebagai salah satu daerah yang paling kurang berkembang di Indonesia, Papua memiliki angka stunting sebesar 25 persen dan malanutrisi sebesar 13 persen, lebih tinggi daripada angka rata-rata Indonesia.

Selama kunjungan penilaian, perwakilan dari Kedutaan Besar China di Indonesia, Kantor UNICEF Indonesia, dan lembaga terkait dari Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Transmigrasi, Kementerian Perencanaan Pembangunan, dan Pemerintah Provinsi Papua bersama-sama memeriksa kemajuan proyek-proyek terkait suplemen makanan dan pembangunan dapur pusat untuk MBG, penyediaan MBG, layanan gizi untuk ibu hamil dan menyusui, dan peningkatan pembangunan kapasitas.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait