
Indonesia dan China perkuat kerja sama riset di berbagai bidang

Robot humanoid Qijiang-2 menyerahkan jeruk kepada seorang pengunjung dalam ajang Konvensi Manufaktur Dunia (World Manufacturing Convention) 2024 di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 20 September 2024. (Xinhua/Huang Bohan)
Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China menyatakan kesediaan pihaknya untuk mendukung proyek penelitian bersama Indonesia, di berbagai subbidang seperti energi terbarukan, biofuel, kendaraan listrik, dan bioteknologi.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Ministry of Science and Technology/MOST) China menandatangani dokumen pengaturan implementasi program penelitian bersama di berbagai bidang, antara lain perubahan iklim, energi, dan kesehatan.Kerja sama tersebut disepakati dalam pertemuan China-Indonesia Joint Committee on Science, Technology & Innovation Cooperation ke-7 di Beijing pada akhir pekan lalu. Penandatanganan dokumen ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah dilakukan kedua institusi itu pada tahun lalu."China merupakan mitra strategis bagi Indonesia, kami memiliki banyak program pendanaan yang tidak hanya menguntungkan BRIN tetapi juga bagi perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Agus Haryono dalam pernyataan resminya.Dalam pertemuan tersebut, MOST menyatakan kesediaan pihaknya untuk mendukung proyek penelitian bersama di berbagai subbidang seperti energi terbarukan, biofuel, kendaraan listrik, dan bioteknologi. MOST juga mengusulkan enam proyek kolaboratif yang akan diselesaikan dalam waktu dua tahun, melalui dukungan dana dari pemerintah China serta kontribusi dari Indonesia tergantung pada ketersediaan anggaran.
Seorang anggota tim peneliti material baterai dari Universitas Sichuan memamerkan sampel yang mereka kembangkan di sebuah pameran di sela-sela Konferensi Baterai Listrik Dunia (World Power Battery Conference) 2024 di Yibin, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 1 September 2024. Sebuah pameran yang menyuguhkan berbagai pencapaian dalam rantai pasokan dan industri baterai listrik digelar di Yibin mulai 31 Agustus hingga 2 September sebagai bagian dari Konferensi Baterai Listrik Dunia (World Power Battery Conference) 2024. Ajang tersebut secara komprehensif memamerkan berbagai produk inovatif dan pencapaian teknologi dalam rantai industri baterai listrik selama setahun terakhir, serta skenario-skenario pengaplikasian teknologi mutakhir, seperti peralatan listrik dan ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy). (Xinhua/Tang Wenhao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Muhammadiyah umumkan 1 Ramadhan jatuh pada 2 April 2022
Indonesia
•
12 Feb 2022

Indonesia, Iran bahas pelatihan vokasi, jamsos, akses kerja bagi penyandang disabilitas
Indonesia
•
16 Jul 2026

Pertama kali diekspor, Kereta Cepat Jakarta-Bandung berangkat dari China menuju Indonesia
Indonesia
•
22 Aug 2022

Penerbangan komersial dibatasi menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah
Indonesia
•
14 Apr 2024


Berita Terbaru

Indonesia dan Kamboja perangi penipuan daring global, ribuan pelaku telah ditindak
Indonesia
•
29 Jul 2026

Menaker: Dialog sosial jadi kunci penyelesaian isu ketenagakerjaan
Indonesia
•
29 Jul 2026

Indonesia–Korea Business Forum perkuat investasi energi hijau, teknologi strategis
Indonesia
•
29 Jul 2026

Bahaya! Batas aman planet global sudah terlampaui
Indonesia
•
29 Jul 2026
