
Pakar bisnis sebut unilateralisme AS timbulkan tantangan serius bagi perdagangan global

Mario Boselli, Ketua Italy China Council Foundation, berbicara dalam 'roadshow' Pameran Rantai Pasokan Internasional China (China International Supply Chain Expo/CISCE) ketiga di Milan, Italia, pada 18 Maret 2025. (Xinhua/Li Jing)
Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih dan kurangnya kohesi Uni Eropa akan semakin memengaruhi dinamika ekonomi serta perdagangan global.
Milan, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Pendekatan sepihak yang diadopsi oleh Amerika Serikat (AS) menimbulkan ancaman signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan perdagangan global, demikian diungkapkan Mario Boselli, ketua Italy China Council Foundation, kepada Xinhua dalam sebuah wawancara baru-baru ini.Boselli menyuarakan penentangan yang kuat terhadap kebijakan tarif terbaru AS, menyebutnya sebagai "kesalahan besar dalam berbagai aspek."Dia menekankan bahwa dalam iklim ekonomi saat ini, bisnis di seluruh dunia membutuhkan lingkungan yang stabil dan dapat diprediksi untuk berkembang."Hal yang paling tidak disukai perusahaan adalah ketidakpastian," katanya. "Dan aspek yang paling mengkhawatirkan dari kebijakan luar negeri dan ekonomi AS saat ini adalah sifat tidak dapat diprediksi, yang mengikis fondasi dialog ekonomi global dan kepercayaan politik."Boselli mengungkapkan harapannya bahwa ketegangan geopolitik pada akhirnya dapat mereda, dengan berkurangnya "ekonomi perang" dan lebih banyak "ekonomi perdamaian.""Saya menentang perlombaan senjata ekonomi," katanya. "Ekonomi global membutuhkan stabilitas dan pembangunan, bukan konflik dan konfrontasi."Berkaca pada pengalaman hidupnya selama lebih dari 80 tahun, Boselli mengatakan bahwa dirinya belum pernah menyaksikan era transformasi global yang begitu mendalam.Dia mengatakan bahwa kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih dan kurangnya kohesi Uni Eropa akan semakin memengaruhi dinamika ekonomi serta perdagangan global.Namun, Boselli menyarankan bahwa pergeseran dinamika ini dapat mendorong Eropa untuk mempertimbangkan kembali strategi ekonomi eksternalnya. Dalam pandangannya, memperkuat kerja sama dengan China merupakan "pilihan yang sangat strategis."Mengingat tahun ini menandai peringatan 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik China-Eropa, dia mengatakan, "Saya dengan tulus berharap bahwa China dan Eropa akan mengantarkan era baru kerja sama yang lebih kuat dan saling menguntungkan."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Prabowo dan Bill Gates dorong kolaborasi filantropi melalui Danantara ‘Trust Fund’
Indonesia
•
08 May 2025

Fokus Berita – Industri robot humanoid raih momentum, dorong perekonomian China
Indonesia
•
17 Jul 2024

Jubir Kemendag China: Pasar China tetap menarik bagi investasi asing
Indonesia
•
26 Aug 2022

Demi stabilkan harga, Myanmar umumkan pembebasan pajak sementara atas impor ‘high-speed diesel’
Indonesia
•
03 Apr 2026


Berita Terbaru

Lepas L8 resmi meluncur di Indonesia, dibanderol Rp589 juta dengan Jarak tempuh hingga 1.300 km
Indonesia
•
28 Jul 2026

Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Indonesia raup 18,62 triliun rupiah dari Panda Bonds perdana, pasar keuangan China kian terbuka
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ekonomi ASEAN+3 diproyeksikan tumbuh 4,1 persen pada 2026, didorong AI dan semikonduktor
Indonesia
•
28 Jul 2026
