
Kekeringan dan penggunaan air tanah berlebihan picu lonjakan ‘sinkhole’ di Turkiye tengah

Foto udara yang diambil pada 19 April 2020 ini menunjukkan sebuah Tiankeng, atau lubang runtuhan (sinkhole) karst raksasa, di Taman Bumi Global Leye-Fengshan, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Cao Yiming)
Jumlah lubang runtuhan (sinkhole) yang meningkat pesat memicu kekhawatiran lingkungan dan pertanian di Provinsi Konya, Turkiye tengah, yang sedang dilanda kekeringan.
Istanbul, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Dipicu oleh penyusutan air tanah yang parah dan perubahan iklim, jumlah lubang runtuhan (sinkhole) yang meningkat pesat memicu kekhawatiran lingkungan dan pertanian di Provinsi Konya, Turkiye tengah, yang sedang dilanda kekeringan.
Sebanyak 655 sinkhole telah tercatat di provinsi tersebut, yang sebagian besar muncul di lahan pertanian dan beberapa di antaranya berjarak hanya 30 kilometer dari pusat kota Konya, tunjuk data dari Otoritas Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan Turkiye (AFAD). Dewan Insinyur Pertanian Cabang Konya (Konya Branch of the Chamber of Agricultural Engineers) melaporkan bahwa sinkhole muncul di ladang jagung, gandum, dan bit gula, dengan kisaran lebar 6 hingga 30 meter serta kedalaman mencapai 15 meter.
Para ahli mengaitkan lonjakan jumlah sinkhole tersebut dengan berkurangnya curah hujan dan ekstraksi air tanah yang berlebihan.
"Struktur geologis Konya yang kaya dengan batu kapur membuat area ini sangat rentan," kata Burak Kirkgoz, kepala Dewan Insinyur Pertanian Cabang Konya, kepada Xinhua. "Meskipun sinkhole sudah ada selama puluhan tahun, sekitar 30 persen di antaranya terbentuk dalam satu dekade terakhir akibat curah hujan yang tidak memadai dan lemahnya pemulihan air tanah yang berkaitan dengan perubahan iklim."
Cekungan Konya melaporkan curah hujan terendahnya dalam 51 tahun selama tahun air 2025, dengan hanya menerima curah hujan 256 milimeter, angka terendah di Turkiye, tunjuk data dari Layanan Meteorologi Negara Turkiye.
Istilah ‘tahun air’ merujuk pada total curah hujan yang terukur selama siklus 12 bulan yang paling kritis bagi para petani, karena bersinggungan langsung dengan periode irigasi.
Penyusutan air tanah mengalami percepatan tajam, dari rata-rata penurunan sekitar 0,5 meter per tahun pada awal 2000-an menjadi 4 hingga 5 meter setiap tahunnya saat ini, dengan tingkat penurunan lebih dari 50 meter di beberapa wilayah, ungkap dewan tersebut.
Kirkgoz memperingatkan fenomena ini mulai mendekati skala "bencana alam." Dia juga mendesak dilakukannya survei permukaan secara darurat untuk mengidentifikasi zona berisiko tinggi, membatasi akses, mengevakuasi bangunan jika diperlukan, mengalihkan rute jalan, serta memagari lahan pertanian guna mencegah jatuhnya korban jiwa.
Masalah ini kian diperparah oleh maraknya pengeboran sumur ilegal yang mempercepat penyusutan air, seiring dengan meningkatnya ketergantungan para petani pada air tanah untuk irigasi.
Fetullah Arik, kepala Pusat Penelitian dan Aplikasi Lubang Runtuhan di Universitas Teknik Konya, menyebutkan bahwa wilayah tersebut memiliki sekitar 40.000 sumur berizin dan sekitar 120.000 sumur tak berizin.
Ali Ihsan Korpes, direktur AFAD Provinsi Konya, mengatakan kepada kantor berita semiresmi Turkiye Anadolu Agency bahwa saat ini belum ada sinkhole yang mengancam area permukiman. Kendati demikian, otoritas penanggulangan bencana telah mulai memetakan zona-zona berisiko tinggi guna memitigasi bahaya di masa depan, termasuk menyusun Peta Kerentanan Lubang Runtuhan untuk Cekungan Tertutup Konya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar sebut teknologi baru bawa peluang dan tantangan bagi praktik demokrasi
Indonesia
•
24 Mar 2024

Laporan terbaru paparkan dampak atmosfer dari letusan gunung berapi Hunga pada 2022
Indonesia
•
20 Dec 2025

Boeing Starliner akan kembali ke Bumi tanpa awak pekan depan
Indonesia
•
01 Sep 2024

Fosil paus primitif dari 37 juta tahun lalu ditemukan di Al-Jouf, Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jun 2021


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
