Kedalaman air hanya 1 meter, kekeringan Sungai Rhine tambah beban logistik Jerman

Sejumlah kapal kandas di dekat sebuah pelabuhan di Sungai Rhine di Tolkamer, Zevenaar, Belanda, pada 11 Agustus 2026. (Xinhua/Shao Haijun)

Frankfurt, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Ketinggian permukaan air di Sungai Rhine pada sejumlah titik pemantauan utama di Jerman sedikit meningkat pada Senin (28/9), tetapi tetap berada di level kritis, sehingga menghambat pelayaran kargo.

Ketinggian air Sungai Rhine di Kaub, Jerman, berada di kisaran 1 hingga 3 sentimeter pada Senin, naik dari minus 3 sentimeter pada Ahad (27/9) ketika permukaan airnya mencapai titik terendah sepanjang masa, menurut data yang dirilis oleh Administrasi Jalur Air dan Pelayaran Federal Jerman (WSV).

Angka yang ditunjukkan alat ukur tersebut menggambarkan jarak antara permukaan air dan titik acuan tetap. Kedalaman air aktual di Kaub tercatat sekitar 1 meter, sehingga jalur air tersebut sebagian besar tidak dapat dilalui oleh tongkang kargo komersial bermuatan penuh.

Kekeringan parah dan gelombang panas disebut sebagai alasan utama rendahnya ketinggian permukaan air Sungai Rhine.

Menurut prakiraan cuaca, kondisi hangat dan kering diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh wilayah Rhine, dengan permukaan air kemungkinan besar akan tetap berada di level kritis untuk beberapa waktu ke depan.

Rendahnya ketinggian permukaan air di sepanjang Sungai Rhine terus mengganggu transportasi perairan pedalaman di Jerman, memaksa tongkang-tongkang kargo untuk mengurangi muatannya dan memberikan tekanan lebih lanjut pada sektor angkutan barang di negara tersebut, yang sudah menghadapi kesulitan akibat tingginya harga bahan bakar.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait