Penjualan mobil China di Indonesia naik 96,2 persen pada April 2026

Foto yang diabadikan pada 23 Juli 2025 ini menunjukkan acara peluncuran Atto 1, mobil listrik baru besutan BYD, dalam pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Provinsi Banten. (Xinhua/Abdul Azis Said)

Penjualan grosir (wholesale) mobil merek-merek China di Indonesia secara kumulatif pada April 2026 mencapai 15.851 unit.

 

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Penjualan grosir (wholesale) mobil merek-merek China di Indonesia secara kumulatif pada April 2026 mencapai 15.851 unit berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Jumlah tersebut meroket 96,2 persen atau hampir mencapai dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu di tengah pemulihan penjualan pasar otomotif nasional secara keseluruhan.

Seiring dengan peningkatan tersebut, pangsa pasar merek-merek China kini naik menjadi 19,6 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 15,5 persen, atau hampir seperlima dari total wholesale. Tren positif ini sejalan dengan penjualan mobil nasional secara keseluruhan yang juga meningkat 55 persen pada periode yang sama.

BYD dan Jaecoo masih memimpin dengan masing-masing mencatat penjualan 4.625 dan 3.219 unit, menempatkan keduanya di posisi lima dan tujuh sebagai merek terlaris di Indonesia pada bulan lalu.

Tak hanya segmen kendaraan listrik murni, sebagian dari penjualan merek-merek China ini juga berasal dari segmen hybrid seperti Chery hingga Geely. Selain itu, segmen kendaraan hybrid asal China kini juga semakin ramai dengan kehadiran mobil plug-in hybrid (PHEV) pertama BYD di Indonesia, M6 DM, yang resmi diluncurkan pada awal pekan ini.

Mobil hybrid pertama BYD ini mengusung teknologi terbaru Dual Mode (DM) yang mengkombinasikan EV dan hybrid. BYD mengklaim, dalam salah satu pengujian internalnya, mobil hybrid berteknologi DM mereka mampu berkendara sejauh lebih dari 1.800 kilometer dengan daya baterai dan tangki bahan bakar penuh, sehingga membuatnya semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait