
Fokus Berita – Investasi China di Jawa Tengah ciptakan lebih dari 500 lapangan kerja, batik dan kantin halal jadi bagian strategi

Foto yang diabadikan pada 17 Oktober 2023 ini menunjukkan beberapa staf dari sebuah perusahaan makanan di Zona Investasi Yuanhong di Provinsi Fujian, China tenggara, memilah produk ikan segar yang akan diekspor ke Indonesia. (Xinhua/Lin Shanchuan)
Fuzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Di pinggiran sebuah kota industri di Provinsi Jawa Tengah, mesin pemintal buatan China berdengung di lantai pabrik, tempat para pekerja Indonesia menyortir kain berdampingan dengan supervisor asal China.
Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, di sisi barat kota tersebut, lebih dari 200 pekerja lokal menuangkan beton di lokasi konstruksi lainnya bersama para insinyur yang datang dari Provinsi Fujian, yang berjarak lebih dari 3.000 kilometer di sebelah utara.
Dua perusahaan, Honggang Textile dan Hongsheng Materials, menjadi contoh terbaru dalam sebuah eksperimen ambisius di bidang manufaktur lintas perbatasan, yakni inisiatif ‘Dua Negara, Taman Kembar’ (Two Countries, Twin Parks/TCTP) China-Indonesia, yang kini bergerak dengan kecepatan penuh.
Sejumlah perusahaan China telah menempuh perjalanan jauh melintasi gunung dan lautan dari Fuqing, Provinsi Fujian di China tenggara, menuju Pulau Jawa, menancapkan akar dan mulai membuahkan hasil.
Momentum tersebut bukanlah kebetulan. Pada 2023, dengan dukungan kebijakan dari inisiatif ‘Dua Negara, Taman Kembar’, Fujian Honggang Textile Technology, anak perusahaan Huagang Group, mengirim tim untuk menjajaki peluang di Indonesia dan menemukan bahwa tingkat perkembangan ekonomi serta daya konsumsi negara ini sangat selaras dengan pemosisian (positioning) produk perusahaan. Pada akhir tahun itu, perusahaan tersebut telah membeli lahan di Semarang, dan pada Agustus 2025, pabrik pun mulai berproduksi.
"Peralatan inti, staf manajemen, dan bahan baku semuanya berasal dari China, dan kami telah menciptakan lebih dari 500 lapangan kerja lokal," kata Zhang Qifang, manajer urusan eksternal perusahaan tersebut.
Strategi lokalisasi perusahaan itu dimulai bahkan sebelum pabrik mereka memiliki dinding. Saat pabrik masih dalam tahap pembangunan, Honggang merekrut mahasiswa dari universitas-universitas Indonesia dan membawa mereka ke China untuk menjalani pelatihan, kemudian mengirim mereka kembali untuk menjalankan operasional perusahaan di Indonesia sebagai tulang punggung manajemen, menjadi jembatan penghubung manusia antara kedua negara.
"Kami menyediakan kantin halal sebagai bentuk penghormatan kepada karyawan Muslim kami," ujar Zhang. "Semua sistem dan manual operasional kami tersedia dalam dua bahasa, yakni bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, dan staf dari kedua pihak mengikuti kelas bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia secara berdampingan."
Menurut Zhang, tujuan akhirnya adalah mewujudkan operasional yang sepenuhnya terlokalisasi, dengan karyawan dari kedua negara semakin saling menerima melalui interaksi sehari-hari.
Bagi perusahaan tersebut, basis produksi di Indonesia memberikan manfaat yang lebih dari sekadar diversifikasi produksi. Basis tersebut juga membantu Honggang mempertahankan pesanan yang sempat terancam hilang akibat friksi perdagangan dan, yang tidak kalah penting, menciptakan arus nilai dua arah, yaitu penelitian dan pengembangan dari China di satu sisi serta kapasitas manufaktur Indonesia di sisi lain, yang saling memperkuat.
Di lokasi proyek Hongsheng Materials di KEK Kendal, rasa hormat berjalan dua arah. Ketika perusahaan memulai pembangunan pada 2025, tim mereka meminta nasihat dari para sesepuh komunitas Tionghoa setempat dan mengetahui bahwa di Indonesia, kain batik tradisional dianggap lebih formal daripada setelan jas ala Barat. Kini, dalam berbagai acara penting, staf perusahaan tersebut yang berasal dari China hadir dengan mengenakan batik.
"Menghormati adat istiadat setempat merupakan titik awal untuk melayani pasar lokal dengan lebih baik," kata Tang Ling, direktur administrasi dan sumber daya manusia Fujian Hongsheng Material Technology Co.
Di balik kesediaan perusahaan-perusahaan tersebut untuk berekspansi ke luar negeri dan berinvestasi, terdapat sebuah platform yang menopang langkah mereka.
Zona Investasi Yuanhong (Yuanhong Investment Zone) di Fuqing, yang didirikan pada 1992 sebagai zona pengembangan pertama di China yang dibangun dengan investasi dari warga Tionghoa perantauan, pada 2023 ditetapkan oleh Dewan Negara China sebagai kawasan percontohan pengembangan inovasi ekonomi dan perdagangan China-Indonesia, meningkatkan misinya dari kawasan industri konvensional menjadi etalase untuk kerja sama perdagangan dan inovasi bilateral.
"Ke depannya, kami akan menjadikan aturan ekonomi dan perdagangan internasional berstandar tinggi sebagai tolok ukur, serta berupaya menciptakan lingkungan bisnis kelas satu," tutur seorang pejabat dari komite pengelola Zona Fungsional Yuanhong (Yuanhong Functional Zone) di Kawasan Baru Fuzhou (Fuzhou New Area), "untuk membangun pintu gerbang dan platform penting bagi keterbukaan dan kerja sama dengan negara-negara ASEAN."
Dari kontrak lahan hingga deretan gedung pabrik modern, dari seorang mahasiswa Indonesia hingga tim manajemen transnasional, dari selembar kain batik hingga meja makan dengan sajian halal, visi ‘Dua Negara, Taman Kembar’ perlahan berubah dari cetak biru menjadi kenyataan, dibangun langkah demi langkah dan diwujudkan melalui tindakan demi tindakan. Ternyata, pegunungan dan lautan tidaklah begitu jauh memisahkan kedua negara.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Myanmar targetkan 1,6 juta hektare perkebunan bunga matahari untuk penuhi konsumsi minyak domestik
Indonesia
•
27 Mar 2023

Pengembangan pembangkit tenaga panas bumi Muara Laboh dimulai 2020
Indonesia
•
17 Jan 2020

Proyek transmisi daya utama China 800 kilovolt mulai beroperasi penuh
Indonesia
•
31 Dec 2022

Kerja sama TCTP Batang Indonesia-China berpotensi ciptakan 10.000 lapangan kerja baru
Indonesia
•
21 Mar 2025


Berita Terbaru

Bensin tembus 55 ribu per liter, warga Belanda berburu BBM ke Belgia dan Jerman
Indonesia
•
29 Sep 2026

Kedalaman air hanya 1 meter, kekeringan Sungai Rhine tambah beban logistik Jerman
Indonesia
•
29 Sep 2026

Fokus Berita – Perdagangan Fujian-Indonesia tembus 200 triliun rupiah, dari pabrik makanan halal hingga kawasan industri
Indonesia
•
30 Sep 2026

Perang AS-Iran bikin Eropa ‘boncos’ 2.042 triliun rupiah, pasokan energi tak bertambah
Indonesia
•
30 Sep 2026
