Bensin tembus 55 ribu per liter, warga Belanda berburu BBM ke Belgia dan Jerman

Sejumlah kendaraan melintas di depan sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Berlin, Jerman, pada 9 Maret 2026. (Xinhua/Zhang Haofu)

Den Haag, Belanda (Xinhua/Indonesia Window) – Para pengemudi Belanda semakin sering mengisi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seberang perbatasan pada paruh pertama (H1) tahun ini, demikian menurut data yang dirilis oleh bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), pada Senin (28/9).

Dalam periode tersebut, jumlah transaksi kartu yang dilakukan konsumen Belanda di SPBU di Jerman dan Belgia naik 20 persen menjadi lebih dari 25 juta transaksi, sementara total pengeluaran meningkat 32 persen menjadi sekitar 1,5 miliar euro. Angka tersebut mencakup pengeluaran lainnya di SPBU, seperti pembelian makanan dan minuman serta pengisian daya kendaraan listrik.

*1 euro = 20.449 rupiah

Sebaliknya, jumlah transaksi di SPBU di Belanda turun sebesar tiga persen pada paruh pertama 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 187 juta transaksi, papar DNB. Namun, total pengeluaran justru naik sebesar empat persen menjadi 6,6 miliar euro, kemungkinan disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar.

Perbedaan harga kemungkinan menjadi salah satu faktor di balik peningkatan pembelian lintas perbatasan, jelas DNB. Kadang-kadang, harga rata-rata bensin dan solar di Belanda 20 sen atau lebih tinggi per liter daripada di negara-negara tetangga.

Harga bahan bakar telah melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir di Belanda. Menurut platform konsumen Belanda UnitedConsumers, harga rata-rata satu liter bensin pada Senin mencapai 2,73 euro, sedangkan harga solar mencapai 2,785 euro per liter, lebih tinggi dibandingkan harga di Jerman dan Belgia.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait