
Menlu Qin sebut penindasan tak akan hentikan peremajaan China

Menteri Luar Negeri China Qin Gang menghadiri konferensi pers tentang kebijakan luar negeri dan hubungan luar negeri China di sela-sela sesi pertama Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) ke-14 di Beijing, ibu kota China, pada 7 Maret 2023. (Xinhua/Wang Yuguo)
Kebijakan AS terhadap China sepenuhnya menyimpang dari jalur yang rasional dan sehat, sementara mengekang dan menindas China tidak akan membuat Amerika Serikat hebat, dan tindakan itu tidak akan menghentikan peremajaan China.
Beijing, China (Xinhua) – Mengekang dan menindas China tidak akan membuat Amerika Serikat (AS) hebat, dan tindakan itu tidak akan menghentikan peremajaan China, kata Menteri Luar Negeri China Qin Gang pada Selasa (7/3).Berbicara dalam konferensi pers di sela-sela sesi tahunan badan legislatif nasional China yang sedang berlangsung, Qin mengatakan kebijakan AS terhadap China sepenuhnya menyimpang dari jalur yang rasional dan sehat."AS mengklaim bahwa pihaknya berusaha mengalahkan China namun tidak mencari konflik. Namun, pada kenyataannya, apa yang disebut AS sebagai 'kompetisi' berarti mengekang dan menindas China dalam segala hal, serta membuat kedua negara terkunci dalam permainan menang-kalah (zero-sum game)," kata Qin.Membandingkan China dan AS sebagai dua atlet yang sedang berkompetisi dalam perlombaan Olimpiade, Qin mengatakan jika salah satu atlet, alih-alih fokus untuk memberikan yang terbaik, selalu mencoba menjatuhkan atau bahkan melukai atlet lainnya, maka perlombaan itu bukanlah kompetisi yang adil, melainkan konfrontasi jahat dan sebuah pelanggaran.Qin mengatakan retorika AS tentang "membangun pagar pembatas" dan "tidak mencari konflik" semata-mata berarti China tidak boleh merespons dengan kata-kata atau tindakan ketika difitnah atau diserang. "Itu mustahil," ujar Qin."Jika AS tidak menginjak rem namun terus mempercepat lajunya menuju arah yang salah, tidak ada pagar pembatas yang dapat mencegahnya tergelincir dan pasti akan terjadi konflik serta konfrontasi," papar Qin.China dengan tegas menentang kompetisi semacam itu, yang merupakan spekulasi sembrono yang mempertaruhkan kepentingan fundamental kedua bangsa dan bahkan masa depan umat manusia, tuturnya."Jika AS memiliki ambisi untuk membuat dirinya hebat lagi, mereka juga harus memiliki pemikiran yang luas untuk pembangunan negara lain," kata Qin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kepala militer Israel klaim "garis kuning" sebagai perbatasan baru di Gaza
Indonesia
•
08 Dec 2025

Analisis – Israel dan Turki pulihkan hubungan penuh demi kepentingan bersama
Indonesia
•
19 Aug 2022

Sebulan setelah serangan mendadak Israel, Iran tetap waspada
Indonesia
•
14 Jul 2025

Arab Saudi dokumentasikan hadits autentik, hindari penyalahgunaan
Indonesia
•
04 Mar 2022


Berita Terbaru

Kremlin sebut situasi Timur Tengah berkembang sesuai skenario terburuk
Indonesia
•
27 Mar 2026

Hakim AS tangguhkan upaya Pentagon hukum Anthropic yang tolak berikan akses kepada pemerintah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jumlah korban sipil di Iran dan Lebanon kian bertambah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Analisis – Pengerahan pasukan darat AS ke Iran dapat rugikan Trump dari segi politik
Indonesia
•
27 Mar 2026
