
WHO peringatkan obat batuk sirup anak terkontaminasi menyusul ratusan kasus kematian

Foto yang diabadikan pada 22 Januari 2020 ini memperlihatkan tampilan eksterior kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Liu Qu)
Obat batuk sirup anak yang terkontaminasi dietilen glikol (diethylene glycol/DEG) dan etilen glikol (ethylene glycol/EG) tingkat tinggi telah menyebabkan kematian lebih dari 300 anak di beberapa negara, termasuk Indonesia.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (23/1) mengeluarkan seruan mendesak bagi semua negara untuk menindak produk-produk medis di bawah standar, setelah lebih dari 300 anak meninggal di beberapa negara akibat obat batuk sirup yang terkontaminasi.Selama empat bulan terakhir, menurut WHO, beberapa insiden telah dilaporkan akibat obat batuk sirup untuk anak-anak yang dijual bebas yang terkontaminasi dietilen glikol (diethylene glycol/DEG) dan etilen glikol (ethylene glycol/EG) tingkat tinggi. Ini merupakan bahan-bahan kimia beracun yang digunakan sebagai pelarut industrial dan agen antibeku, yang dapat berakibat fatal bila dicerna bahkan dalam jumlah kecil, dan tidak boleh digunakan dalam obat-obatan.Kasus-kasus tersebut ditemukan setidaknya di tujuh negara, dan sejumlah kematian terjadi di Gambia, Indonesia, dan Uzbekistan. Sebagian besar dari kasus itu adalah anak di bawah usia lima tahun (balita).WHO telah mengeluarkan tiga peringatan produk-produk medis global terkait insiden ini sejak Oktober tahun lalu, dan telah mengidentifikasi enam perusahaan obat di India dan Indonesia yang memproduksi obat batuk sirup tersebut."Ini bukan insiden yang terisolasi," sebut WHO, menyerukan agar para pemangku kepentingan utama dalam rantai pasokan medis mengambil tindakan secepatnya dan terkoordinasi.
Foto yang diabadikan di Brussel, Belgia, pada 24 Mei 2021 ini menunjukkan siaran langsung daring (livestream) Majelis Kesehatan Dunia ke-74 yang digelar di kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Zheng Huansong)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Long COVID sebabkan kematian lebih dari 3.500 warga di AS
Indonesia
•
14 Dec 2022

Usai absen panjang, Gu Ailing sabet perak ‘freeski big air’ di Olimpiade Musim Dingin 2026
Indonesia
•
17 Feb 2026

Liga Dunia Muslim bantu korban banjir Pakistan
Indonesia
•
20 Sep 2020

COVID-19 – Xinjiang perkuat layanan medis untuk pasien di pedesaan
Indonesia
•
27 Jan 2023


Berita Terbaru

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026

Angka kematian anak balita turun lebih dari setengahnya sejak tahun 2000
Indonesia
•
19 Mar 2026

Idul Fitri 1447H – Warga Afghanistan bersiap sambut Idul Fitri di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
19 Mar 2026
