
Kanada balas tarif AS senilai 355 triliun rupiah, siapkan bantuan 96,5 triliun rupiah untuk pelaku usaha

Seorang pelanggan berbelanja kebutuhan sehari-hari di sebuah supermarket di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 17 Agustus 2026. (Xinhua/Liang Sen)
Ottawa, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah federal Kanada pada Selasa (25/8) mengumumkan tarif balasan terhadap lebih dari 700 barang asal Amerika Serikat (AS) senilai 27,6 miliar dolar Kanada, bersamaan dengan paket bantuan senilai 7,5 miliar dolar Kanada bagi para pelaku usaha dan pekerja dalam negeri.
*1 dolar Kanada = 12.867 rupiah
Pejabat Kanada menyatakan langkah balasan tersebut sebanding dengan nilai total produk-produk Kanada yang menjadi target tarif terbaru AS sebesar 50 persen, sehingga menghasilkan respons "dolar dibalas dolar, tarif dibalas tarif". Tarif balasan itu dijadwalkan mulai berlaku secara resmi pada 8 September.
Menteri Keuangan Kanada Francois-Philippe Champagne menyebutkan tarif resiprokal serta paket bantuan bernilai miliaran dolar Kanada tersebut akan melindungi para pekerja, petani, keluarga, dan pelaku usaha.
Menurut daftar yang dirilis oleh Kementerian Keuangan Kanada, tarif balasan yang ditargetkan ini terkonsentrasi pada sektor-sektor seperti baja, produk susu, peralatan rumah tangga, alat pertanian, pulp dan kertas, serta produk elektronik. Besaran tarif yang ditetapkan terdiri dari tiga tingkatan, yaitu 15 persen, 25 persen, dan 50 persen.
Di sektor-sektor tertentu, seperti baja dan aluminium, tarif balasan yang sudah ada akan dinaikkan dari 25 persen menjadi 50 persen agar setara dengan tarif AS. Tarif balasan lainnya yang berlaku saat ini, termasuk yang dikenakan terhadap otomotif asal AS, juga akan tetap berlaku, kata kementerian tersebut.
Tarif sebesar 25 persen akan dikenakan pada produk olahan susu seperti keju, produk seafood, ikan, serta produk turunan baja dan aluminium tertentu.
Selain tarif-tarif tersebut, pemerintah federal mengumumkan paket bantuan senilai 7,5 miliar dolar Kanada yang utamanya ditargetkan bagi usaha kecil dan menengah (UKM).
Ottawa berjanji akan membantu perusahaan-perusahaan menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK), memfasilitasi lebih banyak pekerja untuk meningkatkan keterampilan, serta meningkatkan fleksibilitas dalam mengakses asuransi ketenagakerjaan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia pertimbangkan izin uang kripto untuk pembayaran internasional
Indonesia
•
28 May 2022

Operator Jalur Kereta China-Laos diimbau antisipasi arus wisatawan
Indonesia
•
02 Mar 2023

Laporan awal sebut perekonomian Meksiko tumbuh 3 persen pada 2022
Indonesia
•
01 Feb 2023

Analisis – Bagaimana dampak tarif baja dan aluminium Trump terhadap perekonomian AS?
Indonesia
•
15 Feb 2025


Berita Terbaru

Investasi Hong Kong dan China di Indonesia tembus 320,5 triliun rupiah, lampaui Singapura
Indonesia
•
21 Oct 2026

Feature – Sinar matahari menjadi listrik, transfer teknologi dukung kemajuan Indonesia dalam transisi hijau
Indonesia
•
22 Oct 2026

APEC sepakati pernyataan kebijakan pembiayaan infrastruktur digital Asia-Pasifik
Indonesia
•
22 Oct 2026

Bebas visa dan QRIS antarnegara, Indonesia siapkan 1,9 juta kursi penerbangan untuk pasar wisata China
Indonesia
•
22 Oct 2026
