CEO McDonald's sebut boikot untuk dukung Gaza pengaruhi pasar global Timur Tengah

Ilustrasi. (Lucas van Oort on Unsplash)
Kampanye boikot telah menghantam beberapa merek Barat, seperti Starbucks dan KFC, yang dilaporkan memiliki sikap pro-Israel atau diduga memiliki hubungan keuangan dengan Israel dan melakukan investasi di sana.
Jakarta (Indonesia Window) – CEO McDonald’s Chris Kempczinski pada Kamis (4/1) mengatakan bahwa beberapa pasar, termasuk jaringan makanan cepat saji, di Timur Tengah dan di seluruh dunia telah terkena dampak seruan boikot yang bertujuan untuk mendukung Gaza.Kampanye boikot telah menghantam beberapa merek Barat, seperti Starbucks dan KFC, yang dilaporkan memiliki sikap pro-Israel atau diduga memiliki hubungan keuangan dengan Israel dan melakukan investasi di sana.Sejak tanggal 7 Oktober 2023, setelah serangan udara dan invasi darat Israel yang tiada henti di Jalur Gaza sebagai pembalasan atas serangan lintas batas Hamas, seruan boikot telah beredar luas di media sosial seluruh dunia. Aktivis pro-Palestina meminta masyarakat untuk membeli produk alternatif lokal.McDonald's, khususnya, menerima dampak terparah setelah cabang McDonald's di Israel mengunggah di akun media sosialnya bahwa mereka memberikan ribuan makanan gratis kepada personel tentara Israel kurang dari dua pekan setelah perang dimulai.“Saya menyadari bahwa beberapa pasar di Timur Tengah dan beberapa pasar di luar kawasan mengalami dampak bisnis yang berarti akibat perang dan misinformasi terkait yang memengaruhi merek seperti McDonald’s,” kata Kempczinski dalam posting-an di LinkedIn.“Ini mengecewakan dan tidak berdasar. Di setiap negara tempat kami beroperasi, termasuk negara-negara Muslim, McDonald’s dengan bangga diwakili oleh pemilik-operator lokal yang bekerja tanpa kenal lelah untuk melayani dan mendukung komunitas mereka sambil mempekerjakan ribuan warganya,” tambahnya.Setelah posting-an tersebut, waralaba McDonald’s di Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, Mesir, Oman, Arab Saudi, dan Lebanon mengeluarkan pernyataan yang menyangkal hubungan mereka dengan waralaba Israel, dan beberapa diantaranya menjanjikan sumbangan untuk Gaza.“Sehubungan dengan pemberitaan bahwa McDonald’s di Israel menyumbangkan makanan. Kami menegaskan bahwa ini adalah keputusan individu mereka,” kata waralaba McDonald’s di Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.“Baik McDonald’s global, kami, maupun negara lain tidak memiliki peran atau hubungan dengan keputusan tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.”Bagi Shahed Helmy, warga Kuwait, pernyataan CEO tersebut menjadi bukti bahwa boikot bisa berdampak dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kesadaran akan perang Israel di Gaza.“Saat ini, masyarakat berada pada titik di mana mereka telah menyaksikan kekejaman yang sangat besar di Gaza dan hal ini tidak dapat dimaafkan. Mereka akan mengingat apakah Anda mendukung genosida atau tidak. Jika Anda mendukung genosida, mereka akan memastikan Anda tidak melupakannya, dan itulah tujuan saya,” katanya kepada Al Arabiya English.“Satu-satunya cara untuk menyampaikan pesan kami adalah dengan menyampaikan bahasa mereka, yaitu melalui uang, dan kami memastikan bahwa mereka akan kehilangan banyak uang. Satu-satunya cara agar mereka dapat mengubah cara hidup mereka adalah jika keadaan terus memburuk. Keberadaan mereka sepenuhnya bergantung pada dukungan kita,” imbuhnya.Bagi Jawaher Abdulrahman, warga negara Saudi, keputusan untuk memboikot jaringan burger tersebut adalah keputusan yang mudah diambil.“Kami akan memboikot karena warga Palestina kelaparan oleh Israel dan McDonald’s mengirimkan makanan gratis kepada (tentara Israel). Pasar lokal bisa melakukan apa yang dilakukan Rusia ketika segala sesuatunya ditarik dari mereka. Mereka bisa mengubah citranya dan semua orang akan mendukung mereka,” katanya kepada Al Arabiya English.“Merek-merek ini secara terbuka mendukung Israel, jadi kami akan terus melakukannya kecuali mereka tiba-tiba memutuskan untuk memutuskan hubungan dengan Israel,” tegas Abdulrahman.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Pakar: Tak ada solusi sempurna lindungi warga AS dari virus
Indonesia
•
22 Feb 2022

Israel akan cabut "situasi khusus" di wilayah selatan untuk kali pertama sejak Oktober 2023
Indonesia
•
01 Nov 2025

Raja Salman serukan agar sholat minta hujan diadakan di seluruh Kerajaan
Indonesia
•
13 Dec 2021

Lebih 1.400 pekerja sterilkan Masjid Nabawi
Indonesia
•
18 Mar 2021
Berita Terbaru

Menlu Rusia: Remiliterisasi Jepang ancam stabilitas Asia-Pasifik
Indonesia
•
04 Feb 2026

Pasangan Clinton setuju bersaksi di komite DPR AS terkait penyelidikan Epstein
Indonesia
•
04 Feb 2026

Penembak mantan PM Jepang Shinzo Abe ajukan banding atas hukuman seumur hidup
Indonesia
•
04 Feb 2026

Presiden Iran perintahkan dimulainya dialog nuklir dengan AS
Indonesia
•
03 Feb 2026
