
Kajian ilmiah – Dr. Syafiq Riza Basalamah bedah urgensi akhlak dan kekuatan doa di CONNECT 2026

Dr. Syafiq Riza Basalamah memberi ceramah pada acara CONNECT IV 2026 di ICE BSD, Tangerang Banten, Ahad (25 Januari 2026). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)
Dr. Syafiq Riza Basalamah memaparkan secara sistematis bahwa aqidah atau keyakinan spiritual merupakan pilar utama yang secara fundamental menentukan kualitas perilaku setiap individu.
Tangerang, Banten (Indonesia Window) – Dalam upaya memperkuat struktur sosial masyarakat modern yang kian dinamis, pakar pendidikan, Dr. Syafiq Riza Basalamah, menekankan bahwa pembangunan karakter unggul atau akhlak harus berakar pada fondasi spiritual yang kokoh.
Pesan krusial tersebut disampaikan di hadapan ribuan peserta forum internasional CONNECT 2026 yang berlangsung pada Ahad (25/1) di ICE BSD, Tangerang, Banten, sebagai jembatan untuk membangun peradaban manusia yang lebih harmonis dan berintegritas.
Dr. Syafiq Riza Basalamah yang juga seorang ustadz kibar itu memaparkan secara sistematis bahwa aqidah atau keyakinan spiritual merupakan pilar utama yang secara fundamental menentukan kualitas perilaku setiap individu.
Ustadz menggarisbawahi bahwa penyimpangan etika yang terjadi dalam masyarakat global sering kali merupakan indikasi dari adanya keretakan pada nilai-nilai dasar yang dianut seseorang.
"Seseorang dengan iman yang paling sempurna adalah mereka yang memiliki standar perilaku atau akhlak yang paling baik," ujar ustadz dalam ceramahnya.
Dia menjelaskan indikator utama kesuksesan spiritual seseorang bukan hanya terletak pada kuantitas ritual, melainkan juga pada transformasi nyata dalam sikap hidup sehari-hari.
Dalam perspektif pengembangan diri, doa dipandang sebagai instrumen strategis untuk memohon petunjuk menuju kualitas karakter terbaik, kata Dr. Syafiq seraya mengajak jemaah untuk tidak hanya fokus pada permohonan materi, tetapi secara spesifik memohon perlindungan dari sifat-sifat negatif seperti bakhil (kikir), kurang sabar, dan sikap kasar.
Lebih jauh Dr. Syafik mencontohkan doa luhur yang diajarkan dalam tradisi kenabian: "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah ciptaan fisikku, maka perindahlah pula akhlakku".
Hal tersebut menegaskan bahwa keindahan lahiriah harus berjalan selaras dengan keindahan perilaku demi terciptanya tatanan sosial yang damai (harmonious social order).
Seluruh bentuk ibadah, mulai dari shalat, zakat, hingga haji, diposisikan memiliki fungsi transformatif dalam membentuk empati sosial dan pengendalian diri, jelasnya.
Shalat dipandang sebagai filter untuk mencegah perbuatan keji, sementara zakat berfungsi membersihkan jiwa dari egoisme serta menumbuhkan kepedulian pada sesama manusia di panggung global.
Dr. Syafiq juga menekankan bahwa proses pembangunan karakter menyerupai latihan fisik yang membutuhkan konsistensi, perjuangan melawan hawa nafsu, dan pembiasaan terus-menerus.
"Ilmu didapat dengan belajar, dan kesabaran didapat dengan melatih diri," demikian pesan kunci yang ditampilkan untuk memotivasi para peserta agar terus melakukan peningkatan kualitas diri secara berkelanjutan.
Sebagai penutup, Dr. Syafik memberikan panduan inklusif bagi individu untuk mengenali kekurangan diri demi kemajuan bersama. Langkah-langkah tersebut mencakup bimbingan dari mentor berpengalaman, memiliki sahabat yang jujur dalam memberi masukan, hingga kemampuan berlapang dada dalam mengambil pelajaran berharga dari kritik musuh.
Optimisme terpancar di akhir sesi, memberikan harapan bahwa dengan memadukan ilmu, doa, dan latihan jiwa, Indonesia dapat berkontribusi dalam melahirkan generasi global yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus keluhuran budi pekerti.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti BRIN sebut Lima Prinsip Hidup Berdampingan berkontribusi jaga perdamaian dunia
Indonesia
•
27 Jun 2024

Presiden Jokowi: Hentikan perang sekarang juga
Indonesia
•
14 May 2022

Alkes Indonesia catat potensi transaksi 137 miliar rupiah di Arab Health
Indonesia
•
07 Feb 2023

Presiden dan pemimpin G20 menanam mangrove di Tahura Bali
Indonesia
•
16 Nov 2022


Berita Terbaru

‘Sharp Knife 2026’ libatkan sistem nirawak dalam latihan militer gabungan kontraterorisme China–Indonesia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kemnaker ajak serikat pekerja kawal implementasi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
•
26 Oct 2026

Menaker paparkan penguatan regulasi pelindungan pekerja di Forum Asia Pasifik
Indonesia
•
26 Oct 2026

Kemnaker buka pelatihan vokasi bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK
Indonesia
•
22 Oct 2026
