Indonesia dukung Inggris larang impor dari permukiman Israel di wilayah Palestina

Para anak laki-laki dari peternak lebah Palestina, Ibrahim al-Dabba, merawat sarang lebah di atap sebuah bangunan yang hancur di daerah Tel al-Hawa, Gaza City, pada 10 Agustus 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Ankara, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Turkiye, Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab pada Rabu (9/9) menyambut baik keputusan Inggris untuk melarang impor barang dari permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri kedelapan negara itu juga menyambut baik keputusan Inggris untuk memberlakukan pembatasan terhadap layanan yang terkait dengan permukiman tersebut.

Mereka menyampaikan harapan agar keputusan ini dapat membantu menggerakkan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan serupa sesuai dengan hukum internasional, serta meminta pertanggungjawaban organisasi dan individu yang terlibat dalam kegiatan permukiman ilegal.

Para menteri menegaskan kembali seruan mereka agar Israel mencabut semua langkah yang diambil terkait kegiatan permukiman dan langkah-langkah lain yang bertujuan mengubah karakteristik geografis dan demografis wilayah Palestina yang diduduki, sembari menekankan bahwa satu-satunya jalan yang layak untuk mencapai perdamaian yang adil, abadi, dan komprehensif adalah penerapan solusi dua negara, ujar pernyataan itu.

Pada Selasa (8/9), Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengumumkan serangkaian langkah balasan terhadap Inggris, termasuk menutup Konsulat Jenderal Inggris di Yerusalem Timur dan mengeluarkan personel Inggris dari pusat koordinasi Gaza yang dipimpin Amerika Serikat, sebagai tanggapan atas keputusan London yang melarang impor dari permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait