
Jutaan pengungsi pulang, Afghanistan bagikan lebih dari 35.000 lahan untuk bangun rumah

Para pengungsi yang kembali terlihat di kamp pengungsi sementara di Kabul, Afghanistan, pada 12 Mei 2026. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Kabul, Afghanistan (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Afghanistan telah membagikan lebih dari 35.000 lahan kepada para pengungsi yang pulang ke tanah air untuk membangun rumah di tengah lonjakan yang belum pernah terjadi dalam jumlah warga Afghanistan yang pulang ke kampung halamannya setiap hari, kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Pembangunan dan Perumahan Perkotaan Afghanistan Mohammad Kamal Afghan.
Sebanyak 35.719 lahan dibagikan kepada para mantan pengungsi yang telah kembali ke negara mereka, dan proses tersebut terus berlanjut, menurut laporan media lokal TOLOnews yang mengutip pernyataan jubir tersebut pada Senin (1/6) malam.
Tanah untuk membangun rumah sejauh ini telah dibagikan kepada para mantan pengungsi di 18 dari 34 provinsi di negara tersebut, kata jubir itu, seraya menambahkan bahwa skema itu akan mencakup semua pengungsi yang telah kembali.
Ribuan pengungsi Afghanistan kembali ke negara asal mereka setiap pekan, dan jumlahnya terus meningkat.
Permintaan akan tempat tinggal pun melonjak secara konstan di Afghanistan, dan untuk mengatasi tantangan perumahan bagi para pengungsi yang kembali, pemerintah telah memulai pembangunan kota kecil di beberapa provinsi.
Menurut sejumlah laporan, lebih dari 2,5 juta pengungsi Afghanistan, yang sebagian besar kembali dari negara tetangga Pakistan dan Iran, telah kembali ke tanah air mereka sejak awal 2025, seiring negara-negara tuan rumah meminta para pengungsi yang tidak memiliki dokumen resmi untuk meninggalkan wilayah mereka.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Anak-anak di Asia Selatan hadapi krisis gizi yang kian parah
Indonesia
•
12 Sep 2025

Kerawanan pangan di Ethiopia meningkat saat konflik dan kekeringan melanda
Indonesia
•
22 Dec 2022

Lebih dari 15 juta anak putus sekolah akibat konflik di Sudan
Indonesia
•
13 Nov 2024

COVID-19 – Putin: Pandemik sebabkan perubahan kehidupan yang radikal
Indonesia
•
24 Oct 2020


Berita Terbaru

Feature – Bagaimana bakpia menjadi ikon Yogyakarta? Kisah akulturasi yang jarang diketahui
Indonesia
•
24 Jul 2026

Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 digelar di Yogyakarta, cetak generasi penerus wayang
Indonesia
•
23 Jul 2026

Feature – Mahasiswa Indonesia soroti teknologi AIdan pemindaian 3D china untuk lestarikan warisan budaya
Indonesia
•
23 Jul 2026

Permainan tradisional semarakkan peringatan Hari Anak Nasional di Solo
Indonesia
•
23 Jul 2026
