
China dorong industrialisasi paten di universitas dan lembaga penelitian

Foto yang diabadikan pada 29 Agustus 2020 ini menunjukkan IP International Exchange of Hainan (IPEH) di Haikou, Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Pu Xiaoxu)
Jumlah paten penemuan valid di universitas-universitas China mencapai 794.000 hingga akhir tahun 2023, dengan lembaga penelitian ilmiah memegang tambahan 229.000 paten.
Beijing, China (Xinhua) – China akan melakukan sejumlah upaya untuk mendorong laju industrialisasi paten di universitas dan lembaga penelitian di seluruh negara tersebut, demikian disampaikan regulator kekayaan intelektual utama negara itu pada Selasa (27/2).Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional (National Intellectual Property Administration/NIPA) China telah memprakarsai sebuah rencana kerja, mengusulkan bahwa per akhir 2024, universitas dan lembaga penelitian ilmiah di China harus melakukan penilaian terhadap paten mereka yang kurang termanfaatkan dan mempercepat proses industrialisasi paten-paten bernilai tinggi pada akhir 2025.Jumlah paten penemuan yang valid di universitas-universitas China mencapai 794.000 hingga akhir tahun 2023, dengan lembaga penelitian ilmiah memegang tambahan 229.000 paten. Angka-angka ini secara kolektif mencakup seperempat dari total paten di negara tersebut, ujar Wang Peizhang, seorang pejabat senior NIPA, dalam sebuah konferensi pers.Dia juga menyoroti keberadaan paten-paten yang tidak aktif, seraya mengatakan bahwa hal ini merupakan "fenomena umum" di lembaga-lembaga tersebut. Menyikapi hal ini, administrasi kekayaan intelektual bekerja sama dengan tujuh departemen, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China, menerbitkan rencana kerja untuk meningkatkan industrialisasi paten penemuan.Dalam pidatonya, Wang menekankan mekanisme pasar, mengatakan bahwa administrasi kekayaan intelektual akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk menganalisis prospek industrial dari paten universitas dan lembaga penelitian ilmiah, sekaligus memanfaatkan kekuatan pasar untuk memobilisasi antusiasme lembaga investasi dan jasa guna mendorong transfer cepat paten bernilai tinggi.Departemen-departemen lain yang terlibat dalam rencana kerja tersebut juga melakukan sejumlah upaya, seperti melatih agen paten serta memberikan dukungan keuangan kepada pemegang paten di universitas dan lembaga penelitian.Menurut Wang, rencana kerja serupa untuk industrialisasi paten usaha kecil dan menengah juga akan segera diluncurkan.China menempati peringkat pertama di dunia dalam hal jumlah pengajuan paten internasional selama beberapa tahun terakhir, dan memprioritaskan peningkatan industrialisasi paten sebagai langkah untuk mendukung inovasi ilmiah.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sisa-sisa rumah berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Mongolia Dalam, China
Indonesia
•
22 Dec 2023

Robot Toumai bantu operasi jarak jauh lebih aman dan akurat
Indonesia
•
17 Mar 2025

Cuaca tenang tanpa angin picu pemutihan karang di Great Barrier Reef
Indonesia
•
19 Jan 2026

Migrasi manusia dari Afrika ke Nusantara diduga lewat jaringan sungai purba Paparan Sunda
Indonesia
•
01 Jun 2026


Berita Terbaru

Alibaba gandeng Apple, AI Qwen China bakal hadir di iPhone melalui Apple Intelligence
Indonesia
•
01 Nov 2026

Feature – Belajar AI dan robotika di China, mahasiswa Indonesia bersiap jawab kebutuhan industri
Indonesia
•
30 Oct 2026

7 dari 10 tabir surya gagal penuhi klaim SPF, produk SPF50 ternyata hanya SPF14
Indonesia
•
31 Oct 2026

China luncurkan AI cuaca ekstrem, bisa prediksi potensi badai hingga 4 jam sebelumnya
Indonesia
•
31 Oct 2026
