
China miliki 378.000 paten AI, meningkat lebih cepat dari rata-rata global

Seorang staf mendemonstrasikan robot yang dikendalikan oleh gerakan dalam Konferensi AI Dunia (World AI Conference) 2024 di Shanghai, China timur, pada 4 Juli 2024. (Xinhua/Huang Xiaoyong)
Jumlah paten penemuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang efektif di China telah mencapai 378.000 hingga akhir 2023, mewakili tingkat pertumbuhan secara tahunan (year on year/yoy) lebih dari 40 persen.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah paten penemuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang efektif di China telah mencapai 378.000 hingga akhir 2023, mewakili tingkat pertumbuhan secara tahunan (year on year/yoy) lebih dari 40 persen, menurut data yang dirilis regulator kekayaan intelektual utama China pada Senin (29/7)."Tingkat pertumbuhan di China 1,4 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata global," kata Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional (National Intellectual Property Administration/CNIPA) China dalam sebuah konferensi pers di Beijing.Industri AI menunjukkan bukti vitalitas inovasi ekonomi digital China yang kuat. Tahun lalu, industri inti ekonomi digital menyumbang 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.Pada 2023, jumlah paten penemuan yang disetujui di industri ekonomi digital inti China menyentuh 406.000, mencakup 45 persen dari total paten penemuan yang diberikan di negara tersebut. Selain itu, tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata selama lima tahun terakhir mencapai 21 persen, kata Ge Shu, seorang pejabat senior CNIPA, yang mencatat bahwa inovasi teknologi semakin berkembang pesat di bidang ekonomi digital.Dia juga menambahkan bahwa pada akhir 2023, sebanyak 155.000 perusahaan dalam negeri telah memperoleh paten penemuan yang berkaitan dengan ekonomi digital, meningkat 31.000 dibandingkan tahun sebelumnya.
Seorang staf mendemonstrasikan interaksinya dengan manusia virtual dalam Konferensi Ekonomi Digital Global (Global Digital Economy Conference/GDEC) 2024 di Beijing, ibu kota China, pada 2 Juli 2024. (Xinhua/Ren Chao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Yunnan di China gunakan ‘drone’ untuk inspeksi saluran listrik
Indonesia
•
24 Nov 2022

Gula mulai gerogoti gigi dalam hitungan detik
Indonesia
•
03 Dec 2025

Astronaut Shenzhou-18 lakukan persiapan ‘spacewalk’ kedua
Indonesia
•
03 Jul 2024

China miliki lebih dari 4 juta BTS 5G
Indonesia
•
27 Sep 2024


Berita Terbaru

Luas es laut musim dingin Arktik makin mengecil
Indonesia
•
27 Mar 2026

Studi sebut panel surya pada dinding bangunan bisa pasok listrik kota dan pangkas emisi
Indonesia
•
28 Mar 2026

Brasil kenalkan jet tempur supersonik F-39E Gripen pertama yang diproduksi di dalam negeri
Indonesia
•
27 Mar 2026

Tim peneliti China kembangkan fotovoltaik film tipis berefisiensi tinggi untuk energi luar angkasa
Indonesia
•
27 Mar 2026
