Jubir Kemendag China: Pasar China tetap menarik bagi investasi asing

Foto yang diabadikan pada 30 September 2020 ini menunjukkan pemandangan jalan di area Lujiazui di Pudong, Shanghai, China timur. (Xinhua/Wang Xiang)
“Keunggulan-keunggulan China, termasuk sistem industri yang lengkap, pasar yang sangat besar, stabilitas sosial, dan fundamental ekonomi yang positif dalam jangka panjang, menciptakan landasan yang baik untuk pengembangan perusahaan yang didanai asing”.
Jakarta (Indonesia Window) – Pasar China tetap menarik bagi investasi asing, dengan terus bertumbuhnya arus masuk investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI), kata seorang juru bicara Kementerian Perdagangan (Kemendag) China pada Kamis (25/8).FDI di China Daratan, dalam penggunaan aktual, naik 17,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), ke angka 798,33 miliar yuan (sekira 1.722 triliun rupiah) dalam tujuh bulan pertama 2022. Dalam dolar AS, arus masuk meningkat 21,5 persen mencapai angka 123,92 miliar dolar AS.Juru Bicara Kemendag China Shu Jueting dalam konferensi pers mengaitkan daya tarik China dengan empat faktor.Keunggulan-keunggulan China, termasuk sistem industri yang lengkap, pasar yang sangat besar, stabilitas sosial, dan fundamental ekonomi yang positif dalam jangka panjang, menciptakan landasan yang baik untuk pengembangan perusahaan yang didanai asing, kata Shu.Pasar China yang semakin terbuka memberikan lebih banyak peluang, dan peningkatan konsisten pada lingkungan bisnisnya memperkuat kepercayaan bisnis asing, tambah Shu.China telah menerapkan daftar negatif baru untuk investasi asing guna lebih memperluas akses pasar, papar Shu. Negara itu juga telah menghapus, merevisi, atau memberlakukan 520 peraturan sebagai upaya menyempurnakan lingkungan hukum bagi investasi asing, dan meningkatkan upaya melindungi hak dan kepentingan yang sah dari entitas bisnis asing.Berbagai pekerjaan juga telah dilakukan guna membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh perusahaan asing, ungkap sang jubir, menyebut upaya pemerintah membantu perusahaan-perusahaan tersebut untuk melanjutkan produksi di tengah pandemik COVID-19.Perdagangan luar negeriDaerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di China selatan mencatatkan volume perdagangan luar negeri mencapai 61,56 miliar yuan (sekitar 132,8 triliun rupiah) pada Juli, naik 18,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), menurut departemen perdagangan regional.Ini merupakan rekor tertinggi dalam hal volume impor dan ekspor daerah tersebut dalam satu bulan.
Foto yang diabadikan pada 29 Juli 2022 ini menunjukkan peti kemas di pusat angkutan kargo jalur kereta di Wuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Zhang Ailin)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Vietnam kesulitan pertahankan konsumsi domestik
Indonesia
•
11 Jul 2024

Pemerintah Spanyol adopsi langkah-langkah untuk kurangi dampak tarif AS
Indonesia
•
09 Apr 2025

Perusahaan besar di Jerman hasilkan pendapatan gabungan 1 triliun euro
Indonesia
•
12 Jun 2024

Inflasi Oktober 2022 lebih rendah dari prakiraan awal
Indonesia
•
01 Nov 2022
Berita Terbaru

BMW tarik ratusan ribu unit kendaraan terkait risiko kebakaran akibat ‘starter’
Indonesia
•
13 Feb 2026

DFSK sebut Indonesia jadi fondasi penting untuk produksi kendaraan di Asia Tenggara
Indonesia
•
13 Feb 2026

Feature – Terbukti andal, mobil listrik China kian diminati generasi muda Indonesia
Indonesia
•
09 Feb 2026

Pariwisata jadi kontributor signifikan timbulan sampah di Bali
Indonesia
•
08 Feb 2026
