
Inflasi Oktober 2022 lebih rendah dari prakiraan awal

Ke depan, inflasi inti diprakirakan tetap terkendali seiring dengan penurunan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM di tengah permintaan yang berlanjut serta langkah-langkah pengendalian inflasi yang ditempuh. (MyPertamina)
Inflasi inti pada Oktober 2022 terkendali sebesar 0,16 persen (month-to-month/mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi September 2022 yang sebesar 0,30 persen (mtm).
Jakarta, (Indonesia Window) – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2022 mengalami deflasi 0,11 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih rendah dibandingkan perkiraan awal maupun inflasi bulan sebelumnya yang tercatat 1,17 persen (mtm).Realisasi inflasi yang lebih rendah dari prakiraan awal tersebut sejalan dengan dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap kenaikan inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food), kata Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam pernyataannya pada Selasa.Realisasi inflasi tersebut juga sejalan dengan dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap inflasi kelompok harga diatur Pemerintah (administered prices) yang tidak sebesar prakiraan awal, ungkap Erwin.Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah seiring dengan lebih rendahnya dampak rambatan dari penyesuaian harga BBM tersebut dan belum kuatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan, Erwin menambahkan.Dengan perkembangan tersebut, kata Erwin, inflasi IHK secara tahunan tercatat 5,71 persen (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan awal maupun inflasi IHK bulan sebelumnya yang mencapai 5,95 persen (yoy).Penurunan inflasi IHK ini sejalan dengan semakin eratnya sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Bank Indonesia, serta berbagai mitra strategis lainnya melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dalam menurunkan laju inflasi, termasuk mengendalikan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM.Untuk itu, Bank Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kebijakan yang secara bersama-sama menjaga stabilitas harga sehingga mendukung daya beli msyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi, tuturnya.Untuk keseluruhan tahun 2022, Bank Indonesia memandang inflasi akan lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan awal, meski masih di atas sasaran 3,0±1 persen. Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat untuk memastikan inflasi agar segera kembali ke sasaran yang telah ditetapkan.Inflasi inti pada Oktober 2022 terkendali sebesar 0,16 persen(month-to-month/mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi September 2022 yang sebesar 0,30 persen (mtm).Penurunan inflasi inti secara bulanan yang lebih rendah dari prakiraan awal ini terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan penyesuaian harga BBM terhadap inflasi inti yang menurun pada Oktober 2022 dan belum kuatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan.Secara tahunan, inflasi inti Oktober 2022 tercatat sebesar 3,31 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,21 persen (yoy).Ke depan, inflasi inti diprakirakan tetap terkendali seiring dengan penurunan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM di tengah permintaan yang berlanjut serta langkah-langkah pengendalian inflasi yang ditempuh.Bank Indonesia berkomitmen untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi (overshooting) dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1 persen lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023.Sementara itu, kelompok volatile food pada Oktober 2022 kembali mencatat deflasi sebesar 1,62 persen (mtm), lebih besar dari prakiraan awal dan deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,79 persen (mtm).Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh deflasi aneka cabai serta telur dan daging ayam ras didukung oleh peningkatan stok seiring dengan panen raya hortikultura, kondisi pasokan telur dan daging ayam ras yang lebih dari cukup, serta langkah-langkah pengendalian harga yang ditempuh bersama-sama oleh pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, dan mitra strategis lainnya melalui TPIP-TPID dan GNPIP.Di sisi lain, komoditas beras mengalami inflasi seiring dengan berakhirnya panen di mayoritas daerah sentra. Dengan perkembangan tersebut, inflasi kelompok volatile food secara tahunan juga mengalami penurunan dari 9,02 persen (yoy) pada bulan lalu menjadi 7,19 persen (yoy).Inflasi kelompok administered prices pada Oktober 2022 menurun menjadi 0,33 persen (mtm) dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 6,18 persen (mtm). Penurunan inflasi tersebut terutama merupakan dampak langsung (first round effect) penyesuaian harga BBM bersubsidi yang berangsur normal dan penurunan tarif angkutan udara sejalan dengan meredanya tekanan harga avtur.Penurunan inflasi lebih lanjut tertahan oleh dampak lanjutan penyesuaian harga BBM bersubsidi terhadap angkutan dalam kota dan inflasi bahan bakar rumah tangga seiring dengan penyesuaian harga di tingkat pengecer.Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi yang stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu sebesar 13,28 persen (yoy).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak hampir datar, kekhawatiran resesi imbangi prospek permintaan
Indonesia
•
24 May 2022

Ekonom catat pertumbuhan lebih lambat untuk Malaysia pada 2023
Indonesia
•
14 Feb 2023

Minyak melonjak 10 persen di Asia, euro jatuh karena reli obligasi
Indonesia
•
07 Mar 2022

Indeks Nikkei Jepang ditutup di atas 65.000 untuk kali pertama
Indonesia
•
25 May 2026


Berita Terbaru

OPEC ubah ramalan minyak dunia: 2026 melambat, 2027 justru melonjak
Indonesia
•
13 Aug 2026

Fokus Berita – 17,9 kuadriliun rupiah investasi dan 500.000 lapangan kerja: Jejak besar BRI China di dunia
Indonesia
•
13 Aug 2026

Bali dan Yunnan-China bangun model desa hijau, dari sawah organik hingga lampu tenaga surya
Indonesia
•
13 Aug 2026

Hongqi masuk Indonesia, merek mobil China berusia 68 tahun dengan 1,6 juta pengguna
Indonesia
•
13 Aug 2026
