
DFSK sebut Indonesia jadi fondasi penting untuk produksi kendaraan di Asia Tenggara

Foto yang diabadikan pada 2 Mei 2025 ini menunjukkan stan merek DFSK-Seres di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025. (Xinhua)
DFSK berinvestasi di Indonesia lewat pembangunan pabrik dan menghadirkan sejumlah pilihan kendaraan ramah lingkungan, bukan hanya untuk kendaraan pribadi, tetapi juga untuk niaga.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – DFSK menyebut Indonesia sebagai fondasi penting untuk pasar Asia Tenggara, dan kembali mempertegas komitmen jangka panjangnya untuk hadir di pasar domestik. Sejak hadir di pasar domestik sembilan tahun terakhir, DFSK telah berinvestasi lewat pembangunan pabrik dan menghadirkan sejumlah pilihan kendaraan ramah lingkungan, bukan hanya untuk kendaraan pribadi, tetapi juga untuk niaga.
Hadir melalui PT Sokonindo Automobile, DFSK telah melakukan investasi langsung yang dirancang secara menyeluruh dan berorientasi pada masa depan. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan basis manufaktur dengan tingkat otomatisasi tinggi, fasilitas penyimpanan suku cadang, serta reinvestasi berkelanjutan untuk mendukung pengembangan industri kendaraan energi baru (new energy vehicle).
Pabrik perakitan DFSK di Serang, Provinsi Banten, kini telah beroperasi dengan kapasitas produksi 50.000 unit per tahun. Fasilitas itu juga telah mengadopsi teknologi terkini di mana 90 persen dari proses produksinya telah menggunakan teknologi robotik.
Indonesia tidak hanya menjadi basis produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi pusat ekspor ke berbagai negara. Dalam tiga tahun terakhir, DFSK telah mengekspor lebih dari 400 unit mobil rakitan Indonesia berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), yang sebagian besar di antaranya dikirim ke Timor Leste.
Salah satu komitmen jangka panjang DFSK di Indonesia juga ditunjukkan dengan peluncuran logo dan slogan global baru ‘Drives for Better’ di sela-sela pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada akhir pekan lalu. Slogan baru ini menegaskan transformasi DFSK dari produsen kendaraan fungsional menjadi penyedia solusi mobilitas yang lebih cerdas, lebih hijau, dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
"Keputusan untuk terus berinvestasi di Indonesia merupakan bagian dari strategi jangka panjang DFSK. Pembaruan identitas global ini memperkuat posisi Indonesia sebagai fondasi penting bagi pengembangan bisnis dan strategi regional DFSK di Asia Tenggara," ujar COO PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, dalam keterangan resminya.
Dalam pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), DFSK mencatatkan pencapaian signifikan melalui Gelora E, pelopor EV niaga ringan di Indonesia. Mobil tersebut telah diproduksi dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 44 persen. Gelora E telah terjual sekitar 163 unit sepanjang tahun lalu berdasarkan data penjualan grosir (wholesale) Gaikindo.
Tidak hanya kendaraan niaga, DFSK juga telah memperkenalkan kendaraan penumpang melalui submerek Seres yang diluncurkan pada 2023. Kini, Seres telah menjual dua model EV di Indonesia, yakni segmen EV perkotaan dan SUV.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak melonjak setelah UE rencanakan gabung AS embargo minyak Rusia
Indonesia
•
22 Mar 2022

Bank Dunia: Ekonomi global 2020 tidak separah proyeksi sebelumnya
Indonesia
•
06 Jan 2021

ASEAN Plus Tiga dorong kerja sama rantai industri dan rantai pasokan
Indonesia
•
19 Aug 2022

Ladang minyak ultradalam terbesar di China produksi 3 juta ton migas pada 2022
Indonesia
•
27 Dec 2022


Berita Terbaru

Lepas L8 resmi meluncur di Indonesia, dibanderol Rp589 juta dengan Jarak tempuh hingga 1.300 km
Indonesia
•
28 Jul 2026

Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Indonesia raup 18,62 triliun rupiah dari Panda Bonds perdana, pasar keuangan China kian terbuka
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ekonomi ASEAN+3 diproyeksikan tumbuh 4,1 persen pada 2026, didorong AI dan semikonduktor
Indonesia
•
28 Jul 2026
