Feature – Terbukti andal, mobil listrik China kian diminati generasi muda Indonesia

Foto yang diabadikan pada 23 Juli 2025 ini menunjukkan acara peluncuran Atto 1, mobil listrik baru besutan BYD, dalam pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Provinsi Banten. (Xinhua/Abdul Azis Said)

Meningkatnya popularitas EV di Indonesia merupakan bagian dari pergeseran global yang lebih luas menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

 

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Bagi Ratna Dewinta (31), seorang pemasar profesional asal Jakarta, membeli mobil pertamanya bukanlah keputusan yang mudah.

Ramah lingkungan, modern, dan terjangkau menjadi tiga persyaratan utamanya. Awalnya, Ratna mempertimbangkan beberapa kendaraan listrik (electric vehicle/EV) karena tertarik pada desain dan fitur canggihnya. Namun, harganya berada di luar anggarannya.

"Saya menghabiskan berbulan-bulan untuk meneliti, membaca ulasan, dan membandingkan harga," ujar Ratna kepada Xinhua. "Lalu saya melihat iklan BYD Atto 1. Mobil itu sesuai dengan kebutuhan saya dan harganya terjangkau."

Pilihan Ratna mencerminkan tren yang berkembang di Indonesia, di mana kendaraan listrik buatan China semakin diminati konsumen muda. Yang dahulu dianggap sebagai produk ceruk, kini EV mulai muncul sebagai alternatif praktis untuk mobil berbahan bakar bensin.

Meningkatnya popularitas EV di Indonesia merupakan bagian dari pergeseran global yang lebih luas menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan. Bagi kaum milenial dan Generasi Z, pertimbangan lingkungan semakin menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.

Bagi anak muda Indonesia seperti Ratna, memilih kendaraan listrik bukan hanya tentang mengurangi emisi, tetapi juga menyelaraskan konsumsi sehari-hari dengan tujuan keberlanjutan tanpa melampaui anggaran.

Randy Varianda (30), profesional bidang teknologi informasi asal Yogyakarta yang kini bekerja di Jakarta, memiliki pandangan serupa. Akhir pekan lalu, dia mengunjungi Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, di mana dia memberi perhatian khusus pada Wuling, produsen otomotif asal China yang terus memperluas kehadirannya di pasar EV Indonesia.

Randy sangat tertarik pada Wuling Air EV, model yang ringkas dan terjangkau.

"Teknologi, garansi, dan jaringan dilernya masuk akal," ujarnya. "Mobil ini menawarkan keseimbangan yang baik antara harga dan performa."

Data resmi menegaskan momentum yang meningkat ini. Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan listrik dari pabrik ke dealer mencapai 103.931 unit pada 2025, melonjak 141 persen dari 43.188 unit pada tahun sebelumnya.

Mobil listrik kini menyumbang 12 persen lebih dari total penjualan mobil nasional, menandakan adopsi kendaraan listrik berbasis baterai semakin meluas di Indonesia.

Dulu, mobil buatan China kerap disambut dengan skeptis di Indonesia karena konsumen mengaitkannya dengan kualitas rendah dan khawatir akan keandalannya. Namun, seiring semakin banyak pembeli yang memiliki pengalaman langsung dengan kendaraan listrik China, persepsi tersebut perlahan berubah.

Bagi Ratna, harga bukan satu-satunya faktor penentu.

"Saya awalnya tidak yakin dengan mobil China," akunya. "Namun setelah melakukan test drive BYD Atto 1, saya terkesan. Mobilnya halus, senyap, dan teknologinya melampaui ekspektasi saya."

Selesai

Penulis: Dames Alexander Sinaga

Bagikan

Komentar

Berita Terkait