Banner

Serangan udara Israel di Gaza utara tewaskan jubir Hamas

Foto yang diabadikan pada 24 Maret 2025 ini menunjukkan reruntuhan sejumlah bangunan yang rusak akibat serangan Israel di kawasan permukiman Shuja’iyya, sebelah timur Gaza City. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Jubir Hamas Abdul Latif al-Qanou tewas ketika sebuah rudal Israel menghantam tendanya di kamp pengungsi Jabalia di Gaza Utara. Kematiannya merupakan yang terbaru dari serangkaian kematian petinggi Hamas yang menjadi target kampenye pembunuhan yang sedang dilancarkan oleh Israel.

 

Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Israel pada Kamis (27/3) mengonfirmasi bahwa mereka telah menewaskan seorang juru bicara (jubir) Hamas, Abdul Latif al-Qanou, dalam sebuah serangan udara yang dilakukan semalam di Gaza utara.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mendeskripsikan al-Qanou sebagai “salah satu provokator utama Hamas,” dan menuduhnya menggunakan platform media untuk propaganda, teror psikologis, dan penyebaran informasi palsu tentang aktivitas Hamas baik di dalam maupun di luar Gaza.

Sebelumnya pada Kamis yang sama, Hamas mengatakan al-Qanou tewas akibat serangan udara yang menghantam tendanya di Jabalia, Gaza utara. Beberapa orang lainnya dilaporkan terluka akibat serangan tersebut, ungkap televisi Al-Aqsa yang dikelola Hamas, mengutip pejabat kesehatan setempat.

Hamas bersumpah bahwa pembunuhan terhadap juru bicaranya hanya akan memperkuat upaya perlawanan mereka.

Banner

Al-Qanou tewas ketika sebuah rudal Israel menghantam tendanya di kamp pengungsi Jabalia pada Kamis dini hari waktu setempat. Kematiannya merupakan yang terbaru dari serangkaian kematian petinggi Hamas yang menjadi target kampenye pembunuhan yang sedang dilancarkan oleh Israel.

Israel kembali melancarkan serangan udara pada 18 Maret setelah perjanjian gencatan senjata dengan Hamas, yang mulai berlaku pada 19 Januari, kandas.

Menyusul kandasnya perjanjian gencatan senjata tersebut, pasukan Israel melancarkan operasi darat di wilayah selatan, utara, dan tengah Gaza. Jumlah korban tewas akibat eskalasi terbaru ini telah melampaui 855 orang, kata otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner

Iklan