
Biden beri grasi kepada anggota keluarga di hari terakhir masa jabatannya

Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu Joe Biden berjalan ke arah awak media untuk menyampaikan pernyataan sebelum menaiki pesawat Marine One di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 16 September 2024. (Xinhua/Hu Yousong)
Joe Biden memberikan grasi kepada beberapa anggota keluarganya, termasuk kepada putranya, Hunter Biden, yang dihukum atas tuduhan terkait senjata api dan penggelapan pajak federal. Grasi ini memicu kritik luas.
Washington, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Joe Biden memberikan grasi kepada beberapa anggota keluarganya pada Senin (20/1), tak lama sebelum dia mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat (AS)."Keluarga saya telah menjadi sasaran serangan dan ancaman tiada henti, yang semata-mata ingin menyakiti saya, cara terburuk dari politik partisan. Sayangnya, saya tidak punya alasan untuk percaya bahwa serangan-serangan ini akan berakhir," kata Biden dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih."Investigasi yang tidak berdasar dan bermotif politik mendatangkan malapetaka bagi kehidupan, keselamatan, dan keamanan finansial individu yang menjadi target dan keluarga mereka," tutur Biden. "Bahkan ketika seseorang tidak melakukan kesalahan dan pada akhirnya akan dibebaskan, fakta bahwa mereka diselidiki atau dituntut dapat merusak reputasi dan keuangan mereka secara permanen.""Itulah sebabnya saya menggunakan kekuasaan saya di bawah Konstitusi untuk memberikan grasi kepada James B. Biden, Sara Jones Biden, Valerie Biden Owens, John T. Owens, dan Francis W. Biden," lanjutnya.Biden menambahkan bahwa penerbitan grasi ini "tidak boleh disalahartikan sebagai pengakuan bahwa mereka terlibat dalam kesalahan apa pun, dan juga tidak boleh disalahartikan sebagai pengakuan bersalah atas pelanggaran apa pun."Pada awal Desember lalu, Biden memberikan grasi kepada putranya, Hunter Biden, yang dihukum atas tuduhan terkait senjata api dan penggelapan pajak federal. Grasi ini memicu kritik luas.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sudan umumkan perpanjang penutupan wilayah udara
Indonesia
•
15 May 2023

Pentagon mulai kosongkan pangkalan di Suriah, 1.000 tentara AS segera dipulangkan
Indonesia
•
19 Feb 2026

Israel konfirmasi serangan baru di Teheran, longgarkan beberapa pembatasan dalam negeri
Indonesia
•
19 Jun 2025

Gencatan senjata baru sehari, militer Israel: Kami siap kembali berperang di Lebanon!
Indonesia
•
22 Jun 2026


Berita Terbaru

Telaah – Tiga tahun berlalu: Gaza hancur, 74.000 lebih tewas, mengapa perdamaian masih jauh?
Indonesia
•
08 Oct 2026

3 tahun berlalu, Israel masih memburu pelaku 7 Oktober: 2.000 orang disebut masih hidup
Indonesia
•
07 Oct 2026

Dari warisan apartheid hingga politik ras, ini sumber ketegangan AS–Afsel
Indonesia
•
07 Oct 2026

Pembongkaran bangunan di Yerusalem Timur catatkan rekor pengungsi terbanyak
Indonesia
•
07 Oct 2026
