
Jerman tolak bergabung ke Dewan Perdamaian usulan Trump

Orang-orang berjalan di antara reruntuhan di kawasan permukiman Zeitoun, sebelah tenggara Gaza City, pada 27 November 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Berlin tetap terbuka untuk dialog mengenai inisiatif perdamaian, bergabung dengan apa yang disebut sebagai Dewan Perdamaian (Board of Peace) usulan Trump dalam bentuknya saat ini tidak mungkin dilakukan.
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Jerman tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam bentuknya saat ini, demikian menurut sebuah laporan majalah Jerman Der Spiegel pada Rabu (21/1).
Kantor Luar Negeri Federal Jerman menyatakan dalam sebuah dokumen internal pemerintah bahwa meski Berlin tetap terbuka untuk dialog mengenai inisiatif perdamaian, bergabung dengan apa yang disebut sebagai Dewan Perdamaian (Board of Peace) usulan Trump dalam bentuknya saat ini tidak mungkin dilakukan, papar laporan Der Spiegel.
Dokumen itu menyatakan bahwa Jerman berkomitmen untuk memperkuat tatanan internasional dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai intinya, sementara usulan dari AS dipandang sebagai "draf tandingan" (counter-draft) terhadap PBB.
Menurut laporan, usulan itu memberi Trump wewenang pengambilan keputusan yang ekstensif sebagai "ketua". Sejalan dengan posisi Jerman tersebut, Kanselir Jerman Friedrich Merz diperkirakan tidak akan hadir dalam upacara penandatanganan yang direncanakan akan dilaksanakan pada Kamis (22/1) di Davos, Swiss, ungkap Der Spiegel.
Dewan Perdamaian awalnya diusulkan sebagai bagian dari rencana perdamaian 20 poin yang dirancang AS untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina dan mendukung rekonstruksi Jalur Gaza.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kantor Investigasi Korupsi Korsel akan minta perpanjangan surat perintah penangkapan Yoon Suk-yeol
Indonesia
•
07 Jan 2025

Trump ancam akan alihkan dana hibah Universitas Harvard ke sekolah kejuruan di AS
Indonesia
•
28 May 2025

Warga Afghanistan berjuang hangatkan rumah di tengah kemiskinan dan dampak sanksi AS
Indonesia
•
21 Nov 2023

Media: AS temui jalan buntu terkait penerapan aturan keselamatan perkeretaapian
Indonesia
•
08 Aug 2023


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
