Jepang kembali dilanda suhu 40 derajat Celsius, 287 orang masuk rumah sakit dalam sehari

Seorang pejalan kaki menggunakan payung untuk melindungi diri dari matahari saat melintasi jalan pada hari musim panas yang terik di Tokyo, Jepang, pada 28 Juli 2023. (Xinhua/Gu Yiping)

Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) menyatakan bahwa suhu panas intens diperkirakan akan kembali melanda sejumlah besar area di seluruh negeri pada Rabu (22/7). JMA juga memperingatkan tentang kondisi atmosfer yang tidak stabil di Jepang timur laut.

Badan cuaca tersebut memperkirakan suhu akan kembali naik ke level serupa di seluruh negeri setelah melampaui 40 derajat Celsius di prefektur Gifu dan Aichi di Jepang tengah pada hari sebelumnya.

JMA memperkirakan suhu tertinggi pada siang hari mencapai 40 derajat Celsius di Kota Kumagaya dan Kota Nagoya, 39 derajat Celsius di kota Maebashi, Saitama, Kofu, dan Gifu, 38 derajat Celsius di kota Kyoto, Takamatsu, Okayama, dan Hita, serta 37 derajat Celsius di pusat kota Tokyo dan Kota Osaka.

Badan tersebut telah mengeluarkan peringatan sengatan panas (heatstroke) di 41 prefektur, mulai dari wilayah Tohoku hingga Okinawa.

Menurut Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo, sebanyak 287 orang berusia antara 3 hingga 103 tahun dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (21/7) di Tokyo karena diduga mengalami heatstroke.

Pejabat cuaca mengimbau masyarakat untuk menggunakan pendingin ruangan, minum air secukupnya, mengonsumsi garam untuk mencegah heatstroke, serta menghindari aktivitas di luar ruangan berdurasi panjang.

Sementara itu, udara lembap yang mengalir ke dalam front cuaca menyebabkan kondisi atmosfer di wilayah Tohoku menjadi tidak stabil. Beberapa area di wilayah tersebut mungkin akan mencatat curah hujan 40 milimeter per jam yang disertai petir.

JMA mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap tanah longsor, banjir di daerah dataran rendah, sungai yang meluap, serta petir dan angin kencang. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait