Ekspedisi ilmiah tambah panjang gua terpanjang di Asia jadi 437 km

Foto yang diabadikan pada 16 Oktober 2024 ini menunjukkan seorang ilmuwan bekerja di jaringan Gua Shuanghe di Suiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Zhao Fei)
Jaringan Gua Shuanghe memiliki 115 bukaan yang saling terhubung, bertambah dari 107 bukaan yang sebelumnya tercatat.
Guiyang, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah ekspedisi ilmiah baru-baru ini menambah panjang gua terpanjang ketiga di dunia yang diketahui dari 409,9 km menjadi 437,1 km, demikian disampaikan tim ilmuwan yang tergabung dalam ekspedisi itu pada Kamis (24/10).Temuan tersebut diumumkan setelah berakhirnya ekspedisi ilmiah internasional gabungan ke-23 di Gua Shuanghe di Provinsi Guizhou, China barat daya. Shuanghe merupakan gua terpanjang yang diketahui di Asia sekaligus gua dolomit terpanjang di dunia.Penelitian terbaru ini menetapkan bahwa jaringan Gua Shuanghe memiliki 115 bukaan yang saling terhubung, bertambah dari 107 bukaan yang sebelumnya tercatat. Penelitian tersebut juga menghasilkan penemuan lebih lanjut mengenai fosil hewan, termasuk dua fosil panda raksasa.Ekspedisi ilmiah mengenai jaringan gua tersebut sebelumnya mengidentifikasi puluhan fosil panda raksasa, dengan fosil tertua berasal dari 100.000 tahun yang lalu, membuktikan bahwa Guizhou pernah menjadi habitat panda raksasa, yang saat ini diketahui hidup di provinsi Sichuan, Shaanxi, dan Gansu.Jean Bottazzi, ahli gua asal Prancis yang memimpin ekspedisi terbaru, mengatakan bahwa mereka menggunakan pemindaian laser tiga dimensi (3D) untuk meningkatkan akurasi pengukuran. Mereka juga menemukan sungai bawah tanah yang besar, yang penelitiannya dapat mengarah pada penambahan lebih lanjut dari panjang gua yang telah diketahui.Anne Cholin, ahli gua asal Prancis, menggambarkan Shuanghe sebagai sistem gua spesial yang sangat berharga bagi paleontologi dan penelitian perubahan iklim purba.Dia mengatakan eksplorasi laut dalam, luar angkasa, dan gua merupakan cara ilmiah untuk memahami planet yang kita tinggali ini. "Kami berharap dapat terus mendorong batas-batas kognisi manusia."Para ilmuwan dari berbagai negara termasuk China, Prancis, Portugal, dan Belgia turut ambil bagian dalam ekspedisi ini, yang dimulai pada awal Oktober.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Pabrik mobil terbang XPENG mulai dibangun di Guangdong, China selatan
Indonesia
•
29 Oct 2024

Pusat cuaca antariksa China ramalkan badai geomagnetik kuat bakal hantam Bumi
Indonesia
•
11 Oct 2024

Ilmuwan ungkap mekanisme penciuman serangga untuk bantu kembangkan pestisida ramah lingkungan
Indonesia
•
17 Jun 2024

Thailand kenalkan 5G komersial pertama di ASEAN
Indonesia
•
20 Aug 2020
Berita Terbaru

Kesendirian berlebihan bisa picu gangguan kecemasan
Indonesia
•
04 Feb 2026

Studi ungkap Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dari perkiraan sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pankreas buatan bantu pengidap diabetes akhiri injeksi insulin harian
Indonesia
•
03 Feb 2026

Vaksin personalisasi pertama di dunia untuk kanker otak anak yang mematikan dalam tahap uji klinis
Indonesia
•
03 Feb 2026
