
PBB sebut 280.000 warga Gaza kembali mengungsi

Warga Palestina yang meninggalkan rumah mereka di lingkungan Shuja'iyya terlihat di Gaza City pada 3 April 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel semakin sering mengeluarkan perintah evakuasi, yang kembali memaksa warga Gaza untuk mengungsi demi mencari keselamatan.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Diperkirakan 280.000 warga Gaza kembali mengungsi sejak meningkatnya konflik dua pekan lalu, dengan beberapa dari mereka terpaksa pindah ke tempat penampungan yang penuh sesak serta dipenuhi kutu dan tungau, menurut badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (3/4).Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan bahwa Israel semakin sering mengeluarkan perintah evakuasi, yang kembali memaksa orang-orang untuk mengungsi demi mencari keselamatan."Semakin banyak warga yang pindah ke tempat penampungan yang tersisa, yang sudah penuh sesak," kata OCHA. "Gigitan kutu dan tungau dilaporkan menyebabkan ruam kulit serta masalah kesehatan lainnya."
Warga Palestina yang meninggalkan rumah mereka di lingkungan Shuja'iyya terlihat di Gaza City pada 3 April 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China keluarkan peringatan oranye untuk gelombang dingin
Indonesia
•
28 Nov 2022

Taipan kertas asal Indonesia peroleh gelar Warga Kehormatan Shanghai
Indonesia
•
27 Dec 2022

Mesir tolak segala bentuk perubahan terhadap aturan operasional di perlintasan Rafah
Indonesia
•
20 Sep 2024

Taiwan, rajanya produsen sepeda
Indonesia
•
19 Jul 2020


Berita Terbaru

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026

Menuju Olimpiade Los Angeles 2028: Atlet transgender dilarang ikut kompetisi perempuan
Indonesia
•
27 Mar 2026

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026
