
Menkeu Israel sebut Israel berencana bentuk “administrasi migrasi" bagi pengungsi Gaza

Orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa atau iftar bersama di tengah reruntuhan bangunan yang hancur di Gaza City utara pada 6 Maret 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel sedang berupaya membentuk sebuah "administrasi migrasi" guna mempercepat relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel sedang berupaya membentuk sebuah "administrasi migrasi" guna mempercepat relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza, demikian dikatakan Menteri Keuangan (Menkeu) Israel Bezalel Smotrich pada Ahad (9/3).Smotrich, pemimpin berhaluan ekstrem kanan sekaligus mitra utama dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi di parlemen yang digelar oleh Land of Israel Caucus, sebuah kelompok lobi propemukim.Dalam konferensi tersebut, Smotrich membahas rencana "Gaza Riviera" yang dikemukakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Rencana tersebut meliputi pengambilalihan Gaza oleh AS, relokasi warga Gaza, dan transformasi Gaza menjadi "area pantai yang cantik" (riviera) di Timur Tengah. Meski rencana kontroversial yang diusulkan pada awal Februari itu menuai kritik luas, Netanyahu dan menteri-menteri Israel lainnya menyatakan dukungan mereka terhadap rencana tersebut."Persiapan sedang berjalan untuk membentuk sebuah otoritas migrasi di Kementerian Pertahanan (Israel)," kata Smotrich."Sekadar memberikan gambaran, jika kami merelokasi 10.000 orang per hari ... akan membutuhkan waktu (sekitar) enam bulan" untuk merelokasi seluruh populasi Gaza, yang berjumlah sekitar 2 juta jiwa, imbuhnya.Smotrich mengatakan bahwa saat ini, "koordinasi dengan pemerintah AS sedang berlangsung untuk mengidentifikasi negara-negara" yang akan menjadi tujuan migrasi warga Gaza.Rencana Trump menuai penolakan luas dari negara-negara di dalam maupun di luar kawasan Timur Tengah. Untuk membalas gagasan tersebut, para pemimpin Arab pada Selasa (4/3) menyetujui sebuah rencana rekonstruksi Gaza senilai 53 miliar dolar AS yang disusun oleh Mesir. Rencana ini bertujuan untuk membangun kembali Gaza tanpa merelokasi warganya.*1 dolar AS = 16.336 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

AS lanjutkan serangan terhadap target-target Houthi di Yaman
Indonesia
•
20 Jan 2024

Norwegia tegaskan kembali penolakannya bergabung dalam Dewan Perdamaian
Indonesia
•
20 Feb 2026

Laporan sebut tank Israel lintasi ‘pagar teknis’ sepanjang perbatasan Israel-Lebanon
Indonesia
•
25 Jan 2023

Departemen Kehakiman AS sebut putra Joe Biden akan didakwa atas kepemilikan senjata api
Indonesia
•
07 Sep 2023


Berita Terbaru

PBB: Lebih dari 2.100 anak tewas atau terluka sejak eskalasi konflik di Timur Tengah
Indonesia
•
25 Mar 2026

Iran bantah lakukan negosiasi dengan AS, menyebutnya tidak bermakna dalam kondisi sekarang
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tingkat kepuasan terhadap Trump capai titik terendah di tengah lonjakan harga bbm dan penolakan perang Iran
Indonesia
•
25 Mar 2026

PLTN Fukushima Daiichi buang 55.000 ton lebih air limbah terkontaminasi nuklir ke laut pada 2025
Indonesia
•
25 Mar 2026
