Israel umumkan penundaan pembebasan tahanan Palestina

Israel memutuskan untuk menunda pembebasan tahanan, “sampai pembebasan sandera berikutnya dipastikan, tanpa pelaksanaan upacara yang memalukan.”
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel pada Ahad (23/2) pagi waktu setempat mengumumkan pihaknya telah menunda pembebasan sejumlah tahanan Palestina yang seharusnya dibebaskan pada Sabtu (22/2) berdasarkan perjanjian gencatan senjata sampai lebih banyak sandera dibebaskan.
Israel dijadwalkan untuk membebaskan sekitar 620 tahanan Palestina pada Sabtu setelah sebelumnya Hamas membebaskan enam sandera pada hari yang sama. Keenam sandera merupakan kelompok sandera hidup terakhir yang dijadwalkan untuk dibebaskan dalam tahap pertama dari kesepakatan tiga tahap tersebut.
Namun, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk menunda pembebasan tahanan Palestina yang dijadwalkan pada Sabtu “sampai pembebasan sandera berikutnya dipastikan, tanpa pelaksanaan upacara yang memalukan.”
Keputusan tersebut diambil menyusul apa yang dalam pernyataan itu disebut sebagai “pelanggaran berulang oleh Hamas, yang meliputi upacara (pembebasan sandera) yang memalukan, yang tidak menghormati sandera kami, dan penggunaan sandera secara sinis untuk tujuan propaganda.”

Baik Hamas maupun Israel dituding menggunakan tawanan untuk propaganda, dengan Hamas mengarak sandera di atas panggung dan Israel yang menyematkan tulisan-tulisan bernada merendahkan pada gelang serta pakaian yang dikenakan oleh tahanan Palestina dan memotret mereka dalam pose-pose yang merendahkan.
Menurut data Israel, total 63 sandera masih berada di Gaza, dan lebih dari separuhnya diperkirakan telah tewas.
Laporan: Redaksi