
Lampaui batas kritis 72 jam, pria ini selamat dari reruntuhan gempa Venezuela setelah tertimbun 8 hari

Tim penyelamat bekerja di sebuah bangunan yang runtuh di Playa Grande, Negara Bagian La Guaira, Venezuela, pada 28 Juni 2026. (Xinhua/Str)
Caracas, Venezuela (Xinhua/Indonesia Window) – Selama beberapa hari, tim penyelamat dengan hati-hati menggali di antara puing-puing sebuah bangunan yang runtuh di Negara Bagian La Guaira, Venezuela, yang dilanda gempa.
Sedikit demi sedikit, mereka semakin mendekati seorang pria yang terjebak di bawah reruntuhan selama delapan hari, jauh melampaui batas periode kritis 72 jam untuk bertahan hidup.
Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Kamis (2/7) mengumumkan bahwa petugas keamanan bernama Hernan Alberto Gil Flores (43) berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dari kompleks Galerias Playa Grande di La Guaira, setelah upaya penyelamatan tanpa henti selama lebih dari 100 jam.
"Hari ini kita merayakan kehidupan Hernan. Kita merayakan keagungan semangat manusia ketika orang-orang bersatu untuk satu tujuan: menyelamatkan sesama," kata Rodriguez di media sosial, seraya mengucapkan terima kasih kepada tim penyelamat dari Venezuela maupun luar negeri yang terlibat dalam operasi tersebut.
Sebuah video yang menyertai pesannya memperlihatkan para petugas penyelamat dari Chile dan Badan Perlindungan Sipil Venezuela bersorak gembira setelah Gil Flores berhasil dibawa ke permukaan dengan selamat.
Gil Flores sedang bertugas di pos jaga di sebuah gedung berlantai tujuh di kota pesisir Catia La Mar ketika dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela pada 24 Juni. Gedung tersebut runtuh, membuatnya terkubur puing-puing.
Sebelum penyelamatan, tim penyelamat dari beberapa negara telah bekerja tanpa henti secara bergiliran untuk menjangkaunya. Menurut AFP, para penyelamat mengatakan sebelumnya pada Kamis bahwa mereka hanya berjarak sekitar 1 meter dari Gil Flores, namun harus bertindak dengan sangat hati-hati agar tidak memicu keruntuhan lebih lanjut.
Cristian Vera, kepala tim penyelamat asal Chile, mengatakan struktur reruntuhan sangat rumit, sehingga menyulitkan upaya untuk mencapai lokasi di mana korban selamat terjebak.
"Ini benar-benar sebuah keajaiban," ujar istri Gil Flores, Gusbimar Gonzalez. "Saya terharu melihat begitu banyak orang bersatu untuk menyelamatkan satu orang."
Keberhasilan penyelamatan pria itu bukanlah satu-satunya kisah bertahan hidup luar biasa yang muncul dari bencana tersebut.
Di negara bagian yang sama, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang terjebak di bawah reruntuhan berhasil diselamatkan enam hari setelah gempa bumi.
Para pakar secara umum berpendapat bahwa peluang bertahan hidup di bawah puing-puing akibat gempa menjadi sangat sulit setelah 72 jam, yang sering dianggap sebagai batas waktu paling krusial dalam operasi penyelamatan.
Dua gempa pada 24 Juni itu sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 2.295 orang, melukai 11.267 orang, dan menyebabkan 12.841 orang mengungsi, menurut data resmi terbaru.
Otoritas setempat telah mencatat 782 gempa susulan sejak bencana tersebut. Meski frekuensi dan magnitudo gempa susulan telah menurun, Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez pada Rabu (1/7) memperingatkan bahwa risiko terjadinya gempa susulan yang lebih kuat tetap ada.
Otoritas Venezuela menyatakan lebih dari 30.000 petugas penyelamatan dan pemulihan nasional telah bergabung dengan ribuan personel tanggap darurat internasional dalam upaya pencarian dan penyelamatan.
Anjing penyelamat dan kendaraan pendukung juga telah dikerahkan di daerah-daerah bencana untuk membantu menemukan korban selamat dan mengevakuasi warga yang terdampak.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Gelar sesi darurat, Dewan Liga Arab bahas ancaman Israel terhadap Irak
Indonesia
•
27 Nov 2024

CEO Delta Air Lines sebut perusahaannya rugi 500 juta dolar AS akibat gangguan TI
Indonesia
•
01 Aug 2024

Partai Republik ancam imigran Muslim masuk AS menyusul insiden penembakan
Indonesia
•
30 Nov 2025

Hamas klaim capai kesepakatan dengan utusan AS soal kerangka gencatan senjata di Gaza
Indonesia
•
30 May 2025


Berita Terbaru

100.000 anak Lebanon terancam gagal masuk sekolah akibat dampak perang
Indonesia
•
03 Jul 2026

Saat Uganda berhasil tekan Ebola, ancaman baru bernama Marburg muncul
Indonesia
•
03 Jul 2026

Kemenlu Iran: Pejabat dari 100 lebih negara akan hadiri pemakaman Ali Khamenei
Indonesia
•
03 Jul 2026

Google kalah di pengadilan Uni Eropa, denda antimonopoli Rp84 triliun tetap berlaku
Indonesia
•
03 Jul 2026
