
Iran tegaskan AS tak akan menentukan akhir perang, ancam balas serangan Ukraina

Para pengunjuk rasa memegang poster saat mengikuti pawai May Day di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 1 Mei 2026. (Xinhua/Qiu Chen)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran Esmaeil Baghaei pada Senin (27/7) mengatakan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Amerika Serikat (AS) menentukan akhir perang, demikian dilansir kantor berita semiresmi Iran, Mehr.
Seraya menyampaikan AS telah "terjebak dalam situasi rumit" selama lima bulan, Baghaei mengatakan dalam sebuah taklimat pers bahwa Teheran tidak akan membiarkan pihak AS "menentukan waktu berperang dan berdamai, dan kami akan mempertahankan diri selama diperlukan."
Baghaei menambahkan bahwa AS tidak terlibat dalam perundingan baru-baru ini dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz, yang dia gambarkan sebagai hal "positif".
"Perundingan-perundingan ini tidak ada hubungannya dengan AS. Ini merupakan urusan bilateral antara Iran dan Oman, dan perundingan tersebut masih berlanjut," ujarnya, seraya mengimbuhkan bahwa Selat hormuz "masih ditutup."
Baghaei menyebutkan beberapa negara Teluk telah terlibat dalam perang AS melawan Iran, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Dia juga memperingatkan soal konsekuensi "tak terduga" usai Ukraina menyerang sebuah kapal Iran di Laut Kaspia pada akhir pekan lalu.
Dalam pernyataan terpisah yang diunggah di platform X, Baghaei mengatakan, "Zelensky telah menyerang sebuah kapal komersial Iran, mengakibatkan tewasnya seorang pelaut." Dia menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB yang "dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya (Israel)."
"Tindakan Ukraina ini merupakan perbuatan yang benar-benar ilegal dan tidak berdasar ... serta bentuk petualangan berbahaya yang dipastikan tidak akan dibiarkan begitu saja oleh kami," sebut Baghaei dalam taklimat pers tersebut, seraya menambahkan bahwa konsekuensi dari tindakan Ukraina itu "pasti akan tidak terduga."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak naik tipis di Asia, investor tetap khawatir penyebaran Omicron
Indonesia
•
21 Dec 2021

Kapasitas energi terbarukan China naik pada 2021, capai 1,06 miliar kilowatt
Indonesia
•
01 Feb 2022

Rusia pangkas pasokan gas ke Eropa, pukul harapan setelah kesepakatan gandum Ukraina
Indonesia
•
26 Jul 2022

Militer Israel setujui rencana serangan terhadap Hizbullah Lebanon
Indonesia
•
19 Jun 2024


Berita Terbaru

Yoon Suk-yeol terancam kehilangan status pemenang pemilu Korsel 2022 usai divonis kasus pemilu
Indonesia
•
28 Jul 2026

Presiden Kuba tuding AS berupaya 'mengambil alih' negaranya lewat tekanan ekonomi
Indonesia
•
28 Jul 2026

Houthi klaim targetkan tiga kapal tanker Arab Saudi dalam 48 Jam, ketegangan Laut Merah memanas
Indonesia
•
27 Jul 2026

Otoritas Gaza: Dua pejabat keamanan Hamas tewas akibat serangan udara Israel
Indonesia
•
27 Jul 2026
