
Iran tak akan buka Selat Hormuz hingga Angkatan Laut AS cabut blokade

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)
Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai Angkatan Laut Amerika Serikat mencabut blokade di jalur perairan tersebut.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz telah diblokir sejak Sabtu (18/4) malam waktu setempat dan tidak akan dibuka kembali sampai Amerika Serikat (AS) mencabut blokade AL-nya di jalur perairan tersebut.
Dalam pernyataan yang disampaikan oleh media resminya, Sepah News, IRGC menyatakan langkah tersebut diambil setelah AS melanggar komitmennya di bawah gencatan senjata selama dua pekan yang mulai berlaku pada 8 April, serta gagal mengakhiri blokade AL-nya terhadap kapal dan pelabuhan Iran.
AL IRGC menyerukan kepada seluruh kapal dan pemiliknya untuk mengikuti informasi terbaru resmi melalui kanalnya serta VHF Channel 16, frekuensi internasional untuk panggilan darurat, keselamatan, dan komunikasi maritim. Pernyataan Presiden AS Donald Trump tidak memiliki kredibilitas di selat dan kawasan Teluk, imbuh AL IRGC.
IRGC memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh bergerak dari area berlabuhnya di kawasan Teluk maupun Teluk Oman, dan setiap upaya mendekati selat tersebut akan dianggap sebagai "kerja sama dengan musuh" dan menjadi target serangan.
Iran telah memperketat kontrol atas selat tersebut sejak 28 Februari, ketika negara itu melarang pelayaran bagi kapal yang dimiliki atau terafiliasi dengan Israel dan AS menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut terhadap wilayah Iran. AS kemudian memberlakukan blokadenya sendiri atas jalur perairan tersebut setelah perundingan damai dengan Iran di Islamabad, Pakistan, mengalami kegagalan.
Pada Jumat (17/4), Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan selat tersebut akan tetap "sepenuhnya terbuka" bagi pelayaran komersial selama gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan AS, sejalan dengan pengumuman gencatan senjata di Lebanon.
Namun, Trump pada Jumat mengatakan blokade AL AS akan "tetap diberlakukan sepenuhnya," seraya mengatakan AS tidak akan mencabutnya sampai negara itu mencapai kesepakatan dengan Iran. Dia kemudian pada Sabtu menyatakan bahwa Iran tidak dapat "memeras" AS dengan selat tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China tambah 3 entitas AS ke dalam daftar hitam imbas jual senjata ke Taiwan
Indonesia
•
20 May 2024

Iran bantah kesepakatan gencatan senjata usai Trump umumkan berakhirnya "perang 12 hari"
Indonesia
•
24 Jun 2025

Pakar sebut subvarian baru COVID-19 tidak berpotensi picu puncak infeksi di China
Indonesia
•
15 May 2024

Partai Demokrat tuduh pemerintahan Trump bohong kepada kongres tentang tujuan AS di Venezuela
Indonesia
•
04 Jan 2026


Berita Terbaru

Iran sebut kapal perang Eropa yang lintasi Selat Hormuz dianggap sebagai sasaran yang sah
Indonesia
•
29 Jul 2026

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat, tambah permukiman ilegal Yahudi
Indonesia
•
29 Jul 2026

Ratusan ribu warga Afrika jadi korban perdagangan manusia, sindikat raup puluhan triliun rupiah per tahun
Indonesia
•
29 Jul 2026

Sedikitnya 15 anggota pasukan paramiliter Irak tewas akibat serangan AS-Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jul 2026
