Iran nilai Eropa tak lagi relevan dalam isu nuklir, peran mitra regional lebih efektif

Foto yang diabadikan pada 9 Februari 2026 ini menunjukkan pemandangan Kota Teheran di Iran. (Xinhua/Shadati)
Pendekatan permusuhan Eropa terhadap Teheran dalam perundingan nuklir justru telah menimbulkan konflik regional, sehingga kini digantikan oleh mitra-mitra Iran di Asia Barat yang dinilai efektif dan membantu.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Sabtu (14/2) mengecam pendekatan permusuhan Eropa terhadap Teheran, seraya mengatakan bahwa Eropa, yang pernah menjadi "interlokutor penting" dalam perundingan nuklir, kini telah digantikan oleh mitra-mitra Iran di Asia Barat yang dinilai "efektif dan membantu."
"Kemunduran ini, dengan penampilan lebih diutamakan daripada substansi, membawa pesan-pesan penting," tulis Araghchi di platform media sosial X. Hal tersebut menunjukkan Uni Eropa (UE) tidak mampu memahami apa yang terjadi di Iran dan secara strategis kehilangan bobot geopolitiknya di kawasan Asia Barat, ujarnya.
Araghchi mengungkapkan "kelumpuhan dan ketidakrelevanan" UE serta negara-negara E3, yaitu Prancis, Inggris, dan Jerman, terlihat jelas dalam dinamika perundingan nuklir AS-Iran saat ini.
"Dulu merupakan interlokutor penting, Eropa kini tidak lagi terlihat. Sebaliknya, mitra-mitra kami di kawasan justru jauh lebih efektif dan membantu daripada E3 yang datang dengan tangan kosong dan kehilangan pengaruh," kata sang menlu.
Pada 29 Januari, UE memasukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Iran's Islamic Revolution Guards Corps/IRGC) ke dalam daftar teroris blok tersebut, sebuah keputusan yang kemudian dikecam keras oleh Iran pada hari yang sama sebagai langkah "permusuhan dan provokatif."
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Presiden Yoon Suk-yeol ditangkap tim investigasi gabungan Korsel
Indonesia
•
15 Jan 2025

PBB pandang perjanjian Arab Saudi-Iran yang dimediasi China peluang untuk Yaman
Indonesia
•
16 Mar 2023

Xinhua rilis laporan mengenai kerja sama BRI dari perspektif HAM
Indonesia
•
09 Dec 2023

Presiden China Xi gelar pertemuan dengan PM Lebanon, bahas hubungan bilateral
Indonesia
•
10 Dec 2022
Berita Terbaru

Takut berperang, Israel ‘bayar’ lebih dari 50.000 tentara asing selama genosida di Gaza
Indonesia
•
14 Feb 2026

Jaksa Paris tunjuk hakim untuk selidiki potensi keterkaitan warga Prancis dalam berkas Epstein
Indonesia
•
15 Feb 2026

Terima presiden Palestina, Norwegia tegaskan kembali komitmen terhadap solusi dua negara
Indonesia
•
13 Feb 2026

Anggota parlemen di seluruh dunia hadapi peningkatan intimidasi publik
Indonesia
•
13 Feb 2026
