
Iran klaim serang pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait sebagai aksi balasan

Seorang anggota Pertahanan Sipil Bahrain memadamkan api yang dipicu oleh puing-puing yang jatuh dari drone Iran yang dicegat di Hamad, Bahrain, pada 11 Juni 2026. (Xinhua/Kementerian Dalam Negeri Bahrain)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Senin (13/7) mengatakan bahwa pihaknya telah menyasar pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Yordania, Bahrain, dan Kuwait sebagai tindakan balasan atas serangan AS terhadap provinsi-provinsi pesisir Iran sebelumnya pada hari itu.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh outlet berita resminya, Sepah News, IRGC mengatakan militer AS telah melakukan serangan udara terhadap sejumlah pangkalan militer pesisir pada Ahad (12/7) malam waktu setempat setelah IRGC mencegat dua kapal yang "melakukan pelanggaran" di Selat Hormuz.
Dalam tahap pertama operasi pembalasannya, IRGC mengatakan pasukannya membakar sejumlah silo rudal besar dan tangki bahan bakar di Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania dengan menembakkan rudal dan drone.
Dalam tahap kedua serangannya, IRGC mengatakan pihaknya menyerang pusat-pusat perawatan dan perbaikan helikopter, hanggar untuk pesawat pengintai P-8, serta pusat komando dan kendali drone di pangkalan AS di Sheikh Isa, Bahrain.
Dalam tahap ketiga, mereka menyebutkan bahwa IRGC menghancurkan sebuah depot bahan bakar, sistem pertahanan udara Patriot, dan fasilitas radar FPS di pangkalan-pangkalan AS di Kuwait.
Dalam pernyataan di platform X pada Ahad malam waktu setempat, Komando Pusat AS mengatakan bahwa pihaknya telah "menyelesaikan gelombang baru serangan ofensif terhadap Iran", menghantam sistem pertahanan udara Iran, situs-situs radar pesisir, serta kemampuan rudal dan drone.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Partai Republik di DPR AS buka sidang pertama penyelidikan untuk makzulkan Biden
Indonesia
•
01 Oct 2023

Presiden Xi gelar pembicaraan dengan presiden Belarus
Indonesia
•
02 Mar 2023

Tenggat waktu penarikan mendekat, tentara Israel berencana akan tetap berada di Lebanon Selatan
Indonesia
•
15 Feb 2025

Presiden Iran sebutkan prasyarat untuk akhiri perang dengan AS-Israel
Indonesia
•
12 Mar 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Gelombang protes Eropa ungkap retaknya kepercayaan publik terhadap pemerintah
Indonesia
•
20 Oct 2026

Prancis berlakukan jam malam di sejumlah kota usai kerusuhan, 2.397 orang ditangkap
Indonesia
•
20 Oct 2026

Program Pangan Dunia butuh 8,1 triliun rupiah untuk operasi di Gaza dan Tepi Barat, bantuan mulai dipangkas
Indonesia
•
20 Oct 2026

Analisis – Kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat jadi ujian Israel jelang pemilu
Indonesia
•
20 Oct 2026
