
Konflik Iran-AS kembali memanas, serangan balasan picu kekhawatiran eskalasi di Timur Tengah

Foto yang diabadikan pada 30 Juni 2026 ini memperlihatkan pemandangan cakrawala kota di Distrik West Bay, Doha, Qatar. (Xinhua/Nikku)
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan terkait isu pelayaran di Selat Hormuz pada Ahad (12/7), meskipun kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada Juni. Perkembangan ini memicu kekhawatiran akan terjadinya kembali eskalasi regional.
Komando Pusat AS mengatakan dalam sebuah unggahan di X pada Ahad pagi waktu setempat bahwa pasukannya telah menyelesaikan serangan putaran ketiga terhadap Iran pekan ini, yang "sebagai bentuk pertanggungjawaban atas serangan pasukan Iran terhadap kapal komersial lain di Selat Hormuz."
Iran kemudian membalas dengan menargetkan pangkalan dan fasilitas AS di sejumlah lokasi di kawasan Teluk. Media Iran menyebutkan serangan itu menargetkan fasilitas militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Qatar.
Mesir pada Ahad mengutuk serangan Iran itu, menyebutnya "pelanggaran terang-terangan" terhadap kedaulatan negara-negara yang terdampak, kata Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan.
Serangan-serangan tersebut merupakan "eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan Teluk serta menghambat upaya yang bertujuan mengurangi ketegangan dan memperkuat keamanan regional," kata kementerian itu.
Mesir menekankan tidak ada dalih atau pembenaran yang dapat diterima untuk serangan semacam itu, menyerukan penghentian segera semua tindakan eskalasi serta kepatuhan terhadap hukum internasional guna mencegah ketegangan dan ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan keprihatinan atas ketegangan yang berlanjut dan perkembangan yang memengaruhi keamanan maritim di kawasan tersebut.
Pernyataan kementerian itu menyebut perkembangan ini berpotensi berdampak terhadap keamanan dan stabilitas regional, serta perdagangan internasional.
Sembari menyerukan dialog dan cara diplomatik untuk mengatasi perbedaan, kementerian tersebut menegaskan kembali dukungan Irak terhadap semua upaya yang bertujuan untuk meredakan ketegangan, menjaga keamanan dan stabilitas kawasan, serta melindungi kepentingan bersama masyarakat di kawasan tersebut.
Uni Emirat Arab (UEA) juga mengutuk serangan rudal dan drone Iran.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan kembali solidaritas UEA dengan negara-negara yang menjadi sasaran serta kembali menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara-negara tersebut.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan di media sosial bahwa pasukannya mencegat rudal dan drone yang mengarah masuk, sementara Otoritas Manajemen Krisis dan Bencana Darurat Nasional mengatakan situasi tetap stabil. Otoritas tersebut menambahkan bahwa ancaman rudal yang terdeteksi sebelumnya berada di luar wilayah UEA.
Pada Ahad yang sama, Oman telah memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan nota protes resmi atas serangan drone yang menargetkan sejumlah lokasi di kegubernuran Musandam dan Al Wusta, menurut Kementerian Luar Negeri Oman.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengatakan Oman menyatakan keprihatinan mendalam atas apa yang digambarkannya sebagai tindakan tidak bertanggung jawab, seraya menekankan perlunya menghormati kedaulatan negara, prinsip bertetangga yang baik, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, dan norma-norma yang mengatur hubungan antara kedua negara tetangga tersebut.
Kementerian Luar Negeri Qatar, dalam sebuah pernyataan, mengutuk keras serangan Iran yang menargetkan wilayahnya dan beberapa negara tetangga, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan hukum internasional.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat
Indonesia
•
04 Feb 2025

KTT Masa Depan PBB ditutup dengan komitmen untuk awal baru bagi multilateralisme
Indonesia
•
26 Sep 2024

Video baru tunjukkan kaitan waktu antara serangan di sekolah dan serangan AS di pangkalan IRGC di dekatnya
Indonesia
•
09 Mar 2026

Saudi tangguhkan itikaf di Masjidil Haram
Indonesia
•
21 Apr 2020


Berita Terbaru

Iran umumkan pelayaran di Selat Hormuz tak bisa dilalui usai eskalasi dengan AS
Indonesia
•
13 Jul 2026

Prancis hentikan pengoperasian reactor nuklir akibat gelombang panas
Indonesia
•
13 Jul 2026

Iran klaim tutup Selat Hormuz, AS tegaskan jalur pelayaran internasional tetap terbuka
Indonesia
•
13 Jul 2026

Iran klaim serang pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait sebagai aksi balasan
Indonesia
•
13 Jul 2026
