Iran kerahkan rudal baru ‘Haj Qasem’ dalam serangan balasan ke pangkalan militer Israel dan AS

Kilatan cahaya dari rudal yang terbang melintas terlihat di langit Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada 28 Februari 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)

Haj Qasem milik Iran merupakan rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat yang dapat ditembakkan melalui peluncur mobile, dengan jangkauan jarak yang dilaporkan sekitar 1.400 kilometer dan dirancang untuk menghantam target-target bernilai tinggi.

 

Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Selasa (17/3) mengatakan bahwa mereka menggunakan rudal balistik baru "Haj Qasem" untuk pertama kalinya dalam gelombang serangan terbaru terhadap Israel, dan menyebutnya sebagai senjata berpemandu presisi canggih yang dinamai berdasarkan nama almarhum komandan Qassem Soleimani, menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim.

Tasnim melaporkan bahwa IRGC mengeklaim serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Beit Shemesh, Tel Aviv, dan Yerusalem (wilayah Palestina yang diduduki). Laporan itu juga menyebutkan rentetan serangan tersebut dikabarkan menghantam pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan, termasuk fasilitas-fasilitas di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Irak.

IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut melibatkan penggunaan drone dan beberapa jenis rudal balistik lainnya, termasuk model Ghadr, Emad, dan Fattah, serta memperingatkan akan adanya serangan lanjutan.

Haj Qasem milik Iran merupakan rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat yang dapat ditembakkan melalui peluncur mobile, dengan jangkauan jarak yang dilaporkan sekitar 1.400 kilometer dan dirancang untuk menghantam target-target bernilai tinggi.

Serangan AS-Israel terhadap Iran memasuki hari ke-18 pada Selasa, yang menurut otoritas Iran telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan yang meluas. Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan yang secara efektif menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz dan menyeret sebagian besar wilayah tersebut ke dalam konflik. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait