Investasi industri logam nasional capai 94,8 triliun rupiah pada 2020

Investasi industri logam nasional capai 94,8 triliun rupiah pada 2020
Ilustrasi. Realisasi nilai investasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mencapai 94,8 triliun rupiah pada 2020, atau 11,5 persen dari total nilai investasi nasional. (Ant Rozetsky on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Realisasi nilai investasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mencapai 94,8 triliun rupiah pada 2020, atau 11,5 persen dari total nilai investasi nasional, menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Secara khusus, meningkatnya investasi di sektor industri logam sejalan dengan keinginan pemerintah untuk memperkuat hilirisasi industri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangan tertulis pada Selasa (26/1).

Selain itu, imbuhnya, pembatasan ekspor mineral justru mendorong peningkatan investasi di sektor manufaktur logam.

Menurut dia, Kementerian Perindustrian menargetkan realisasi penanaman modal di sektor industri manufaktur pada tahun 2021 naik menjadi 323,56 triliun rupiah. Optimisme ini didukung dengan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dan membaiknya perekonomian dunia pasca vaksinasi.

Agus menyebutkan beberapa sektor yang masih menjadi primadona para investor untuk menanamkan modalnya pada tahun ini, antara lain industri makanan dan minuman, logam dasar, otomotif, serta elektronik.

“Kami juga akan dorong, antara lain pengembangan investasi di industri farmasi dan alat kesehatan,” ujarnya.

Sektor-sektor tersebut merupakan prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here