
Intensitas energi China turun 26,4 persen dalam satu dasawarsa terakhir

Foto dari udara yang diabadikan pada 7 Juli 2023 ini menunjukkan pemandangan bekas tambang batu bara setelah restorasi ekologi di wilayah Jungar, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua/Liu Lei)
Intensitas energi China, atau jumlah energi yang dikonsumsi per unit Produk Domestik Bruto, mengalami penurunan 26,4 persen dalam satu dasawarsa terakhir, sehingga menjadi salah satu negara yang mencatat penurunan intensitas energi tercepat, dan telah melampaui target pengurangan intensitas emisi karbon yang dijanjikan kepada masyarakat internasional.
Guangzhou, China (Xinhua) – Intensitas energi China, atau jumlah energi yang dikonsumsi per unit Produk Domestik Bruto (PDB), mengalami penurunan 26,4 persen dalam satu dasawarsa terakhir, seperti diungkapkan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China pada Senin (10/7).China menjadi salah satu negara yang mencatat penurunan intensitas energi tercepat, dan telah melampaui target pengurangan intensitas emisi karbon yang dijanjikan kepada masyarakat internasional, ujar Zhao Chenxin, Wakil Direktur NDRC, dalam acara peluncuran program publisitas nasional selama satu pekan untuk penghematan energi di Kota Guangzhou, China selatan.China bertujuan mencapai puncak emisi karbon dioksida (CO2) sebelum 2030 dan mencapai netralitas karbon sebelum 2060.Dengan tingkat pertumbuhan konsumsi energi tahunan sebesar 3 persen, negara tersebut telah mendukung tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 6,2 persen, yang setara dengan pengurangan penggunaan batu bara standar sebanyak 1,4 miliar ton dan emisi karbon dioksida sebanyak hampir 3 miliar ton, yang merupakan kontribusi China dalam respons global terhadap perubahan iklim, ungkap Zhao.Ke depan, China akan mempercepat transformasi hijau komprehensif dalam pembangunan ekonomi dan sosial dari empat aspek. Hal itu termasuk mengimplementasikan dengan giat aksi konservasi energi, pengurangan karbon, dan peningkatan efisiensi, secara aktif dan konsisten memajukan upaya mencapai puncak emisi karbon dan netralitas karbon, mempercepat transformasi hijau mode-mode pembangunan, serta mendorong pembentukan gaya hidup hijau dan rendah karbon, imbuh Zhao.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ekspor kain Indonesia meningkat, capai 146,5 juta dolar AS pada kuartal I 2022
Indonesia
•
15 Jun 2022

Gamescom 2026 pecahkan rekor, 1.600+ peserta dari 67 negara ramaikan pameran gim dunia
Indonesia
•
27 Aug 2026

PM Malaysia serukan konektivitas strategis dan perdagangan terbuka dalam Dialog Shangri-La ke-22
Indonesia
•
01 Jun 2025

Teknologi PaMER hasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi, rendah karbon
Indonesia
•
30 Jan 2026


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
