
Instalasi tenaga surya AS pada 2023 diperkirakan akan lampaui 30 GW

Eric Garcetti, yang saat itu menjabat sebagai wali kota Los Angeles, memotret Proyek Energi Surya Westmont (DC) 16,4 Megawatt di San Pedro, sekitar 40 kilometer sebelah selatan Los Angeles, Amerika Serikat, pada 26 Juni 2017. (Xinhua/Zhao Hanrong)
Industri tenaga surya Amerika Serikat memperkirakan akan mencatat rekor kapasitas baru sebesar 32 gigawatt (GW) pada 2023, meningkat 52 persen dibandingkan pada 2022.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Industri tenaga surya Amerika Serikat (AS) memperkirakan akan mencatat rekor kapasitas baru sebesar 32 gigawatt (GW) pada 2023, meningkat 52 persen dibandingkan pada 2022, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Asosiasi Industri Energi Surya dan perusahaan konsultan Wood Mackenzie pada Kamis (7/9).Industri tenaga surya AS memasang kapasitas arus searah 5,6 GW pada kuartal kedua 2023, meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama pada 2022 dan turun 8 persen dibandingkan kuartal pertama 2023, menurut laporan U.S. Solar Market Insight untuk kuartal ketiga 2023.Volume untuk 2023 di AS diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan dalam basis tahunan, bertolak belakang dengan kontraksi yang dialami industri tersebut pada 2022, sebut laporan itu.Wood Mackenzie memperkirakan total kapasitas tenaga surya yang beroperasi akan tumbuh dari 153 GW saat ini menjadi 375 GW per 2028 dan mengaitkannya dengan pemulihan industri yang lambat dari kendala rantai pasokan pada 2022.Menurut Abigail Ross Hopper, Presiden sekaligus CEO Asosiasi Industri Energi Surya, AS telah menjadi "pemain dominan dalam ekonomi energi bersih global," dan negara-negara bagian seperti Florida, Texas, Ohio, dan Georgia "berada di garis depan dalam pertumbuhan lapangan kerja dan kemakmuran ekonomi."Laporan itu juga menyoroti lonjakan investasi di bidang tersebut, menyebutkan bahwa jika semua investasi manufaktur domestik baru yang diumumkan sejauh ini terwujud, maka pada 2026 mendatang output manufaktur modul surya AS akan menjadi 10 kali lebih besar dibandingkan saat ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Cuaca tenang tanpa angin picu pemutihan karang di Great Barrier Reef
Indonesia
•
19 Jan 2026

Beijing tingkatkan upaya di bidang kedirgantaraan komersial
Indonesia
•
06 Feb 2024

Feature – Xiaoyi, kota kaya batu bara di China yang bertransformasi jadi pionir pengembangan hidrogen
Indonesia
•
04 Jun 2024

Ilmuwan China rancang masker yang mampu deteksi virus dalam 10 menit
Indonesia
•
23 Sep 2022


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
