Indonesia urutan ke-85 dari 131 negara dalam Global Innovation Index 2020

Indonesia urutan ke-85 dari 131 negara dalam Global Innovation Index 2020
Ilustrasi. Indonesia menempati urutan ke-85 dari 131 negara dalam Global Innovation Index (GII) 2020. (Michal Jarmoluk from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia menempati urutan ke-85 dari 131 negara dalam Global Innovation Index (GII) 2020 yang dikeluarkan oleh kolaborasi antara Universitas Cornell, Sekolah Bisnis Eropa INSEAD, dan Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO).

Indonesia berada di peringkat 85 dengan nilai 26,49, di bawah Oman dengan skor 26,50 dan di atas Kenya dengan nilai 26,13.

Posisi Indonesia tidak berubah dibandingkan tahun lalu yang juga berada di urutan ke-85, namun dengan skor lebih tinggi, 29,72.

GII adalah proyek yang terus berkembang dengan menggabungkan data sebelumnya dan data baru yang tersedia.

Tahun ini, model GII mencakup 131 negara/ekonomi, yang mewakili 93,5 persen populasi dunia dan 97,4 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dunia dalam paritas daya beli dolar internasional saat ini.

GII memperhitungkan 80 indikator yang dianggap mengeksplorasi visi inovasi yang luas, termasuk lingkungan politik, pendidikan, infrastruktur, serta perkembangan pasar dan kecanggihan bisnis.

Edisi GII 2020 menyoroti keadaan pembiayaan inovasi dengan menyelidiki evolusi mekanisme pembiayaan bagi wirausahawan dan inovator lainnya, dan dengan menunjukkan kemajuan dan tantangan lainnya, termasuk dalam konteks perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemik COVID-19.

Kerangka penilaian GII terdiri atas dua sub-indeks, yakni, Sub-indeks Inovasi Masukan (Input) dan Sub-indeks Inovasi Keluaran (Output).

Sub-Indeks Masukan memiliki lima pilar penilaian yang menangkap elemen perekonomian nasional yang memungkinkan adanya kegiatan inovatif.

Sementara Sub-Indeks Keluaran adalah hasil dari kegiatan inovatif dalam perekonomian yang tercakup dalam dua pilar.

Walaupun Sub-Indeks Keluaran hanya mencakup dua pilar, ia memiliki bobot yang sama dalam menghitung skor GII secara keseluruhan sebagaimana Sub-Indeks Masukan.

Skor GII keseluruhan adalah rata-rata dari Sub-Indeks Input dan Output.

Berdasarkan Sub-Indeks Input dan Sub-Indeks Output, Indonesia yang dikelompokkan ke dalam kelas pendapatan ekonomi bawah-menengah (lower middle-income economies), berada masing-masing pada urutan ke-91 dan dan 76 dari 131 negara/ekonomi.

Tiga besar GII 2020 diraih oleh Swiss, Swedia, dan Amerika Serikat.

Laporan: Redaksi 

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here