Ilmuwan nuklir Iran siap lawan unilateralisme AS

Ilmuwan nuklir Iran siap lawan unilateralisme AS
Ilustrasi. Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) bereaksi terhadap klaim baru Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo terkait penggunaan energi nuklir oleh negara di Asia Tengah tersebut dengan mengatakan bahwa para ilmuwan nuklir Iran sepenuhnya siap untuk menghadapi kekerasan dan unilateralisme pemerintah AS. (Gerd Altmann from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) bereaksi terhadap klaim baru Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo terkait penggunaan energi nuklir oleh negara di Asia Tengah tersebut dengan mengatakan bahwa para ilmuwan nuklir Iran sepenuhnya siap untuk menghadapi kekerasan dan unilateralisme pemerintah AS.

“Ilmuwan nuklir Republik Islam Iran (@aeoiorg), mengikuti pedoman dari Pemimpin Tertinggi (@khamenei_ir), siap menghadapi kekerasan dan unilateralisme pemerintah AS terkait dengan penggunaan energi nuklir,” tulis AEOI di akun Twitter-nya, menurut Kantor Berita IRNA.

Cuitan AEOI muncul sebagai reaksi atas tuduhan anti-Iran Pompeo baru-baru ini.

AEOI menambahkan bahwa “pendekatan pandangan ke depan dalam #peaceful_deployment energi nuklir adalah prinsip strategis untuk Republik Islam Iran dan tenaga nuklir akan tetap dalam dominasi bangsa Iran selamanya.”

Pada akhir September, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi sekali lagi menyambut baik perjanjian antara pihaknya dan Iran, berharap perjanjian itu akan memperkuat kerja sama dan meningkatkan rasa saling percaya.

Grossi menyampaikan pernyataan itu di Sesi Reguler ke-64 Konferensi Umum IAEA.

“Saya melaporkan secara teratur kepada dewan gubernur tentang implementasi Iran atas komitmen terkait nuklirnya di bawah Rencana Aksi Komprehensif Bersama,” kata Grossi.

Badan tersebut terus memverifikasi non-pengalihan bahan nuklir yang dideklarasikan oleh Iran di bawah Perjanjian Pengamanan (Safeguards Agreement), katanya, menambahkan bahwa evaluasi atas Iran mengenai tidak adanya bahan nuklir yang tidak diumumkan terus berlanjut.

Grossi kemudian merujuk pada kunjungan bulan lalu ke Teheran ketika bertemu dengan Presiden Hassan Rouhani dan mencapai kesepakatan “tentang penyelesaian perselisihan mengenai implementasi Safeguards yang diangkat oleh IAEA”.

“IAEA kemudian melakukan akses, di bawah Protokol Tambahan, ke salah satu dari dua lokasi yang ditentukan oleh kami. Inspektur kami mengambil sampel lingkungan yang akan dianalisis. Akses ke lokasi kedua yang ditentukan akan dilakukan akhir bulan ini,” tambah Grossi.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here