Indonesia kuatkan komitmen menggunakan energi bersih kurangi emisi CO2

Indonesia kuatkan komitmen menggunakan energi bersih kurangi emisi CO2
Menteri ESDM Arifin Tasrif saat menyampaikan sambutan kunci pada Forum Energi Asia Timur (East Asia Energy Forum) ketiga yang diadakan secara virtual pada Selasa (17/11/2020). (Kementerian ESDM)

Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menegaskan kembali komitemen Indonesia dalam menggunakan energi bersih guna mengurangi emisi karbondioksida (CO2).

Menteri ESDM menyatakan hal tersebut saat menyampaikan keynote speech pada Forum Energi Asia Timur (East Asia Energy Forum) ketiga yang diadakan secara virtual pada Selasa (17/11).

Arifin mengatakan, efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan berperan dalam mengurangi emisi CO2, namun bahan bakar fosil masih mendominasi sebagian besar kawasan ASEAN dan Asia Timur.

Menteri menambahkan bahwa di Indonesia, biomassa telah banyak dimanfaatkan dalam transisi energi bersih.

Saat ini Indonesia sedang bersiap untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah perkotaan dan pembangkit listrik di 12 kota, serta pengembangan biofuel guna mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.

“Pemanfaatan biomassa juga merupakan salah satu langkah kami dalam mengurangi emisi pada pembangkit listrik tenaga batu bara melalui co-firing dengan batu bara,” ujar Arifin.

Cofiring adalah teknologi berbiaya rendah yang mengubah biomassa menjadi listrik secara efisien dan bersih dengan menambahkan sumber energi terbarukan itu sebagai bahan bakar pengganti parsial dalam boiler (pendidih) batu bara.

Dalam skema cofiring, potensi biomassa yang akan dioptimalkan penggunaannya adalah pelet biomassa yang bersumber dari segala jenis sampah organik.

Dia juga menyampaikan peran penting Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) untuk mengurangi emisi CO2.

“Saat ini CCUS menjadi bahasan penting di tingkat global untuk mengurangi emisi CO2 dan menggunakannya kembali untuk meningkatkan oil recovery di ladang minyak yang sudah habis,” tutur Arifin.

Indonesia memiliki banyak sumber CO2, seperti pembangkit listrik tenaga batu bara, pengolahan gas alam, kilang minyak, dan berbagai pabrik kimia.

Studi kelayakan pada proyek percontohan CCUS di lapangan Gundih, Jawa Tengah telah dilakukan. Total potensi pengurangan CO2 mencapai 2,9 juta ton selama 10 tahun.

Pada 2017 Indonesia mendirikan Pusat Keunggulan Nasional CCS/CCUS untuk meningkatkan kapasitas dalam aspek teknis, keselamatan, ekonomi, sosial, dan regulasi dari kegiatan CCS/CCUS.

Kegiatan utama lembaga tersebut adalah memperkuat kerangka kerja pemerintah dan swasta melalui pembuatan platform, mengidentifikasi peluang investasi, menyosialisasikan kebijakan dan regulasi, dan menerapkan praktik terbaik CCUS.

“Indonesia menyambut semua pihak untuk bergabung dalam pengembangan CCUS demi mencapai komitmen energi berkelanjutan,” kata Menteri Arifin.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here