Indonesia-Jepang sepakati kerja sama ekonomi berkelanjutan

Indonesia-Jepang sepakati kerja sama ekonomi berkelanjutan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Koichi Hagiuda (kanan) saat bertemu di Jakarta, Selasa (11/1/2021). (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang inovasi dan ekonomi berkelanjutan melalui forum Initiative Public Private Track 1.5.

Usulan kerja sama tersebut disepakati Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menerima kunjungan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Koichi Hagiuda di Jakarta, Selasa.

Melalui Public Private Track 1.5: Japan Indonesia Co-Creation Partnership for Innovative and Sustainable Economic Society tersebut, kedua negara akan meningkatkan kerja sama dalam rantai pasok regional dan global, pembangunan infrastruktur, ekonomi digital, pengembangan sumber daya manusia, serta industri berkelanjutan yang merupakan prioritas pembangunan Indonesia.

Forum bilateral tersebut juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempromosikan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta ekonomi digital di mana UMKM Indonesia telah tumbuh menjadi sektor penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen PDB (Produk Domestik Bruto) dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja di tahun 2020.

Selain itu, sektor lain yang juga sangat penting bagi Indonesia adalah ekonomi digital. Nilai e-commerce Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat hingga 32 miliar dolar AS pada tahun 2025 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 54 persen.

Dalam pertemuan, kedua menteri juga membahas peluang kerja sama dalam Presidensi G20 Indonesia yang pada tahun 2022 mengusung tema ‘Recover Together, Recover Stronger’.

Airlangga mengajak Pemerintah Jepang untuk bekerja sama dan mendukung inisiatif Indonesia untuk menyukseskan agenda yang tertuang dalam Presidensi G20.

Selanjutnya, Airlangga dan Hagiuda juga membahas akses perdagangan kedua negara, serta upaya meningkatkan kerja sama di kawasan, terutama dalam forum ASEAN dan negara-negara Indo-Pasifik.

Total perdagangan Indonesia dan Jepang pada Januari hingga November 2021 senilai 28,5 miliar dolar AS, atau 31 persen lebih tinggi dari 21,7 miliar dolar AS pada periode yang sama di tahun 2020.

Sementar itu, nilai investasi Jepang ke Indonesia selama Januari hingga September 2021 tercatat sebesar 1,7 miliar dolar AS yang tertuang dalam 6.794 proyek. Angka ini menempatkan Jepang di peringkat keempat sebagai investor terbesar di Tanah Air.

“Beberapa infrastruktur utama Indonesia telah dibangun bekerja sama dengan Jepang, diantaranya termasuk MRT (mass rapid transit) Jakarta dan Pelabuhan Patimban (Kabupaten Subang, Jawa Barat). Saya percaya bahwa dialog baru akan dapat memperkuat dan memperluas kerja sama bilateral lebih lanjut di sektor ini,” kata Airlangga.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here