
Indonesia ekspor 4.077 ton durian beku ke China sepanjang 2026

Seorang pedagang mengupas durian lokal untuk menunjukkan dagingnya kepada pembeli di sebuah pasar durian di Desa Randulanang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada 16 Februari 2025. (Xinhua/Bram Selo)
Ekspor durian Indonesia ke China menawarkan peluang keuntungan besar bagi petani karena harganya cenderung lima hingga tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga di dalam negeri.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat volume ekspor durian beku Indonesia ke China sejak awal tahun ini mencapai 4.077 ton dengan nilai mencapai 377,5 miliar rupiah.
"Keberhasilan ekspor durian menembus pasar China adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi kita semua. Sampai hari ini, sudah 151 kontainer diberangkatkan ke China," kata Kepala Barantin Sahat M. Panggabean saat menghadiri pelepasan ekspor durian beku di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (16/4).
Akses langsung durian beku Indonesia ke pasar China resmi terbuka setelah tercapainya kesepakatan protokol ekspor sebagai salah satu bentuk kerja sama ekonomi kedua negara yang dicapai dalam kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang ke Jakarta pada Mei tahun lalu. Ekspor perdana kemudian dilakukan pada Desember 2025 dan berlanjut hingga saat ini. Terbaru, Barantin melepas total 459 ton durian beku asal Sulawesi Tengah pada Kamis.
Kerja sama ini dinilai menguntungkan petani lokal karena memangkas waktu logistik. Sebelumnya, dibutuhkan waktu 56 hari untuk sampai ke China, tetapi kini, hanya diperlukan waktu 22 hingga 26 hari. Dengan demikian, hal ini akan menguntungkan arus kas petani dan memangkas beberapa biaya lainnya.
Dengan konsumsi domestik yang besar, Barantin menargetkan Indonesia dapat mengambil 5 hingga 10 persen dari pangsa pasar durian China. Jika target itu tercapai, Indonesia berpotensi meraup tambahan devisa sekitar 6,4 triliun rupiah hingga 12,8 triliun rupiah per tahun.
Selain memangkas biaya logistik, Kepala Badan Karantina Sulawesi Tengah Alfian mengatakan ekspor durian ke China menawarkan peluang keuntungan besar bagi petani karena harganya cenderung lima hingga tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga di dalam negeri.
Saat ini, sudah terdapat delapan rumah pengemasan durian beku yang telah mengantongi izin ekspor dari otoritas China, dengan tujuh di antaranya berada di Sulawesi Tengah. Wilayah ini memang sejak lama terkenal sebagai sentra penghasil durian di Indonesia dengan potensi produksi hingga 95.140 ton pada tahun lalu. Beberapa durian lokal, seperti jenis Bawor, Super Tembaga, dan Namlung, disebut memiliki rasa manis dan aroma kuat yang disukai konsumen China.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

The Hill: Pengajuan pailit melonjak di AS
Indonesia
•
24 May 2023

Malaysia keluhkan Kraft Heinz tentang klaim ‘No Palm Oil’
Indonesia
•
28 Nov 2020

Pertumbuhan PDB AS pada Q3 2023 direvisi turun jadi 4,9 persen dalam basis tahunan
Indonesia
•
22 Dec 2023

BAIC buka prapemesanan mobil listrik pertamanya di Indonesia
Indonesia
•
10 Jul 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
