
Indonesia-China perkuat kerja sama di bidang teknologi kesehatan

Pengunjung berjalan melewati area perawatan kesehatan pengobatan tradisional China (traditional Chinese medicine/TCM) berbasis kecerdasan buatan dalam Pameran Industri TCM (Gansu) China keenam di wilayah Longxi, Kota Dingxi, Provinsi Gansu, China barat laut, pada 24 Agustus 2025. (Xinhua/Wang Kexian)
Pemerintah Indonesia mendorong alih teknologi dan penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, termasuk rencana pengembangan fasilitas produksi TCM di Indonesia.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Indonesia dan China memperkuat kerja sama penerapan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di bidang kesehatan melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), Badan Standardisasi Nasional (BSN) Indonesia, dan Xuzhou Medical University (XZMU) yang berlangsung belum lama ini.
Kerja sama tiga pihak tersebut dilakukan dalam rangka pembentukan Laboratorium Bersama China-Indonesia di bidang kesehatan digital dan Proactive Health.
"Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem kesehatan digital dan penerapan AI medis yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavius, saat mengunjungi Xuzhou Medical University pada Ahad (18/1).
Selain ke Xuzhou, Wamenkes juga melakukan kunjungan ke kota Hangzhou dan Hefei, yang diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara di bidang kesehatan. Penjajakan kerja sama ini juga bertujuan mendukung prioritas nasional, termasuk percepatan eliminasi tuberkulosis dan penguatan layanan kesehatan primer.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Indonesia juga meninjau penerapan AI dalam layanan kesehatan primer serta pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler (TCM). Pemerintah Indonesia mendorong alih teknologi dan penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, termasuk rencana pengembangan fasilitas produksi TCM di Indonesia.
Kerja sama pemanfaatan AI di bidang kesehatan antara Indonesia dan China sebelumnya juga terjalin antara perusahaan teknologi lokal PT Multipolar Technology, Universitas Pelita Harapan, dan Tsinghua University. Kerja sama yang diumumkan pada Oktober 2025 itu mencakup riset bersama, transfer teknologi, dan pengembangan talenta untuk mempercepat pemanfaatan AI dalam meningkatkan layanan kesehatan, pencegahan penyakit, serta sistem kesehatan masyarakat di seluruh Asia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden: Potensi pasar digital Indonesia capai 146 miliar dolar AS pada 2025
Indonesia
•
15 Dec 2021

Bank Indonesia sambungkan QRIS dengan negara ASEAN
Indonesia
•
29 Aug 2022

Produsen sepeda motor listrik China bangun pabrik di Kendal, Jawa Tengah
Indonesia
•
07 May 2024

Opini – Dinamika multi dimensi atas program MBG
Indonesia
•
29 Sep 2025


Berita Terbaru

‘Sharp Knife 2026’ libatkan sistem nirawak dalam latihan militer gabungan kontraterorisme China–Indonesia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kemnaker ajak serikat pekerja kawal implementasi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
•
26 Oct 2026

Menaker paparkan penguatan regulasi pelindungan pekerja di Forum Asia Pasifik
Indonesia
•
26 Oct 2026

Kemnaker buka pelatihan vokasi bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK
Indonesia
•
22 Oct 2026
