
Ramadan 1447H – Ketua Al-Bahjah Bogor: Perkuat aqidah, AI tantangan serius generasi muda Islam

Ketua Yayasan Pendidikan Al-Bahjah Bogor Raya, Dr (Cand) drh Kukuh Galih Waskita, M.Si saat memberikan paparan tentang "Islam dan Sains: Membangun Generasi Berpikir Kritis dan Qurani" kegiatan Sanlat Ramadhan 1447 Hijriah/2026 bertema "Menyongsong Generasi Muda Indonesia 2045: Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berjiwa Qurani” di Gedung DPRD Kota Bogor, Jabar, Rabu (11/3/2026). FOTO: HO-Tim Jurusan Desain Komunikasi SMK Wikrama Bogor
Yang mesti diperkuat terlebih dahulu adalah fondasi aqidah Islam dan pengembangan literasi, berfikir kritis melalui penguatan budaya baca buku dan sumber sumber keilmuan.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Ketua Yayasan Pendidikan Al-Bahjah Bogor Raya, Dr (Cand) drh Kukuh Galih Waskita mengatakan pada kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan 1447 H bahwa urgensinya generasi muda memperkuat terlebih dahulu fondasi aqidah Islam untuk menghadapi kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kemajuan teknologi saat ini.
"Yang mesti diperkuat terlebih dahulu adalah fondasi aqidah Islam dan pengembangan literasi, berfikir kritis melalui penguatan budaya baca buku dan sumber sumber keilmuan," Dr. Kukuh Galih Waskita menegaskan melalui taklimat media yang diterima di Bogor, Sabtu (14/3).
Kukuh menyampaikan hal itu dalam Sanlat Ramadhan 1447 Hijriah yang digagas Komunitas Wartawan Jabodetabek bekerja sama dengan sejumlah pihak di Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan Sanlat Ramadhan 1447 Hijriah/2026 yang bertema ‘Menyongsong Generasi Muda Indonesia 2045: Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berjiwa Qurani’ itu difasilitasi oleh DPRD Kota Bogor dan didukung oleh sejumlah mitra.

Di antara mitra tersebut adalah Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Tatajabar, Cibinong Center Industrial Estate (CCIE), Perum LKBN ANTARA, Dr Chiken, Indocement, Yayasan Baitul Maal BRILiaN, Pupuk Indonesia Niaga, Alfamart, The Jungle, AQUA, PT Saraswanti Indo Genetech, Lezza, Aviary Park Indonesia, Dapen PT Jasa Marga, serta Yayasan Baitulmal Ummat Islam Bank Negara Indonesia (BAMUIS BNI).
Kukuh memandang kemajuan teknologi digital yang demikian pesat antara lain ditandai dengan kehadiran AI dan berbagai platform media sosial seperti IG dan Tiktok sebagai tantangan serius yang harus disikapi oleh generasi muda Islam.
Ia juga menyatakan penting bagi generasi Muslim untuk tidak mengakses dan menggunakan media sosial hingga memasuki usia sekolah lanjutan tingkat (SLTA) yang sudah relatif matang.
"Sebaliknya, yg mesti diperkuat terlebih dahulu adalah fondasi aqidah Islam dan pengembangan literasi, berfikir kritis melalui penguatan budaya baca buku dan sumber sumber keilmuan," tambahnya.
Kukuh juga mengingatkan urgensi bagi generasi muda Islam untuk memiliki dan membudayakan adab Islam dalam kehidupan mereka.
Dalam praktik kehidupan, pemilik kelompok usaha ayam goreng Dr Chiken itu menggarisbawahi tradisi mencium tangan orangtua, bersikap santun dan membiasakan tradisi menyapa tetangga, yang merupakan bagian dari adab yang mesti senantiasa hidup di kalangan generasi Muslim.
Terkait dengan Islam dan sains, ia mengatakan banyak ayat Al Quran yang mendorong umat Islam untuk berfikir, tafakkur, atas penciptaan alam semesta sebagai dasar bagi penggalian dan pengembagan ilmu pengetahuan.
Kukuh yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB itu juga mengenalkan sejumlah ilmuwan Muslim masa lalu yang menjadi rujukan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di era modern ini kepada para peserta Sanlat Ramadhan tersebut.
"Sejarah membuktikan jejak emas ilmuwan Muslim dalam peradaban dunia," katanya.
Ia memberi contoh terkait jejak sejarah emas itu, yakni: Ibnu Sina (Avicena) yang dijului ‘Bapak Kedokteran Modern’ denga karyanya ‘Al Qanun fi at-Tibb’, yang menjadi rujukan utama ilmu medis di Eropa selama berabad-abad
Lalu, Al-Khawarizmi, ‘Pelopor Al Jabar dan Algoritma’, yang meletakkan dasar ilmu matematika modern, dan menjadi fondasi teknologi komputer hari ini.
Kemudian, ilmuwan Muslim Ibnu Haytham (Alhazhen), yang dijuluki ‘Bapak Optik Modern’, yang menemukan prinsip kerja kamera (camera obscura) dan metode ilmiah eksperimental, demikian Kukuh Galih Waskita.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Jokowi ke Belgia untuk hadiri KTT ASEAN-Uni Eropa
Indonesia
•
13 Dec 2022

Presiden dorong percepatan pembangunan ekonomi inklusif berkelanjutan di Konferensi Tingkat Tinggi IMT-GT
Indonesia
•
11 May 2023

Kopi Indonesia kian populer di kalangan jurnalis internasional peliput KTT G20
Indonesia
•
15 Nov 2022

Kemenlu China: China harapkan hubungan berkelanjutan dan kuat dengan Indonesia pascapilpres
Indonesia
•
20 Feb 2024


Berita Terbaru

Menag RI apreasiasi pemerintah Saudi, tekankan peran lulusan LIPIA dalam dakwah Islam
Indonesia
•
28 Apr 2026

Korban tewas kecelakaan kereta di Bekasi naik jadi 14, Presiden Prabowo jenguk korban
Indonesia
•
28 Apr 2026

Indonesia berikan relaksasi tarif nol persen untuk impor elpiji dan plastik selama 6 bulan
Indonesia
•
28 Apr 2026

Kemnaker luncurkan ‘Talent and Innovation Hub’, perkuat kolaborasi talenta dan industri untuk ciptakan lapangan kerja
Indonesia
•
29 Apr 2026
