
Kemenag dorong optimalisasi ZIS jelang Idulfitri

Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, memberikan keterangan pers didampingi Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, usai kegiatan Selasar Hangat di Jakarta International Velodrome, Kamis (12/3/2026). (Kementerian Agama RI) -
Optimalisasi penyaluran ZIS (zakat, infak, dan sedekah) diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan berbagai lembaga filantropi.
Jakarta (Indonesia Window) – Kementerian Agama RI terus mendorong optimalisasi penyaluran ZIS (zakat, infak, dan sedekah) kepada masyarakat yang membutuhkan menjelang Idulfitri 1447 H.
Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan berbagai lembaga filantropi dalam kegiatan ‘Selasar Hangat: Harmoni Lintas Keyakinan – Kolaborasi Joyful Ramadan’ di Jakarta International Velodrome, Kamis (12/3).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengonsolidasikan gerakan filantropi Islam agar semakin berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, program tersebut melibatkan partisipasi dari 34 provinsi dengan fokus penyaluran bantuan di sejumlah wilayah prioritas.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan berbagai lembaga filantropi, kita berupaya mengonsolidasikan gerakan bersama untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Abu Rokhmad kepada media usai acara.
Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, disalurkan sekitar dua juta paket bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok fakir miskin dan anak-anak yatim.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang Idulfitri,” katanya.
Abu Rokhmad menambahkan bahwa gerakan filantropi selama Ramadan diharapkan tidak hanya berhenti pada bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Ke depan, kita berharap berbagai inisiatif ini dapat dikembangkan menjadi program yang lebih produktif sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” jelasnya.
Menjelang Idulfitri, Abu Rokhmad juga mengajak umat Islam yang memiliki kemampuan untuk segera menunaikan kewajiban zakat, karena menurutnya, Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
“Kami mengimbau umat Islam yang memiliki kelebihan harta untuk menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, serta memperbanyak infak dan sedekah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masih tersedia waktu hingga menjelang Idulfitri bagi masyarakat untuk menunaikan kewajiban tersebut. “Kita masih memiliki kesempatan untuk melipatgandakan amal saleh, dan zakat sangat dibutuhkan oleh mereka yang berhak menerimanya,” kata Abu Rokhmad.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat, penyaluran dana sosial keagamaan selama Ramadan diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PTDI tandatangani kontrak pengadaan 6 unit NC212i di Filipina
Indonesia
•
14 Apr 2023

COVID-19 – Pemerintah lakukan survei antibodi setiap enam bulan
Indonesia
•
22 Nov 2021

Kemenkes perkirakan orang dengan HIV di Indonesia capai 543.100 jiwa
Indonesia
•
30 Nov 2021

COVID-19 – Taiwan usulkan uji bersertifikat untuk pekerja Indonesia
Indonesia
•
14 Dec 2020


Berita Terbaru

Menag RI apreasiasi pemerintah Saudi, tekankan peran lulusan LIPIA dalam dakwah Islam
Indonesia
•
28 Apr 2026

Korban tewas kecelakaan kereta di Bekasi naik jadi 14, Presiden Prabowo jenguk korban
Indonesia
•
28 Apr 2026

Indonesia berikan relaksasi tarif nol persen untuk impor elpiji dan plastik selama 6 bulan
Indonesia
•
28 Apr 2026

Kemnaker luncurkan ‘Talent and Innovation Hub’, perkuat kolaborasi talenta dan industri untuk ciptakan lapangan kerja
Indonesia
•
29 Apr 2026
