India bantah pernyataan AS dan UE terkait impor minyaknya dari Rusia

Seorang pedagang mengayuh sepedanya menembus kabut tebal di Distrik Nagaon, Negara Bagian Assam, India timur laut, pada 9 Januari 2025. (Xinhua/Str)
Impor energi India dari Rusia sangat penting untuk memastikan harga bahan bakar tetap terjangkau dan stabil bagi konsumen India.
New Delhi, India (Xinhua/Indonesia Window) – India pada Senin (4/8) menyuarakan keberatannya terhadap Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) yang mengkritik negara itu karena mengimpor minyak dari Rusia, menyebut kritik tersebut "tidak beralasan dan tidak masuk akal."Dalam sebuah pernyataan tertulis, seorang juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) India, Randhir Jaiswal, mengatakan bahwa impor energi India dari Rusia sangat penting untuk memastikan harga bahan bakar tetap terjangkau dan stabil bagi konsumen India.Pernyataan tersebut dilontarkan tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif secara signifikan terhadap India karena telah melakukan pembelian dan penjualan minyak dengan Rusia."Negara-negara yang mengkritik India tersebut justru terlibat dalam perdagangan dengan Rusia. Berbeda dengan kasus kami, perdagangan yang mereka lakukan bahkan bukan kebutuhan nasional yang mendesak," kata sang jubir dalam pernyataan tersebut.Jaiswal lebih lanjut menyatakan bahwa keputusan India untuk membeli minyak Rusia dengan harga diskon dilakukan setelah pecahnya konflik di Ukraina, yang menyebabkan para pemasok energi yang biasa menyuplai India mengalihkan ekspor mereka ke Eropa. "Kala itu, AS bahkan mendorong India melakukan pembelian sebagai cara untuk menstabilkan pasar energi global," tambahnya.Menyoroti lebih lanjut tentang perbedaan antara perdagangan India-Rusia dan UE-Rusia, Jaiswal mengatakan, "UE pada 2024 mencatatkan perdagangan bilateral barang senilai 67,5 miliar euro dengan Rusia. Selain itu, UE mencatatkan perdagangan jasa yang diperkirakan mencapai 17,2 miliar euro pada 2023. Jumlah ini jauh lebih besar daripada total perdagangan India dengan Rusia pada tahun itu atau setelahnya."*1 euro = 18.922 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Feature – Perang lumpuhkan sistem perbankan Gaza, perburuk penderitaan ekonomi
Indonesia
•
10 Aug 2025

PM China: Berinvestasi di China akan hasilkan keuntungan besar dan masa depan lebih baik
Indonesia
•
17 Jan 2024

Kesepakatan senilai 8,54 miliar dolar AS diteken dalam forum China-Prancis
Indonesia
•
24 Mar 2024

Kolaborasi dengan China jadi kunci untuk wujudkan ambisi inovasi dan teknologi Malaysia
Indonesia
•
03 Nov 2024
Berita Terbaru

Feature – NEV, produk elektronik, hingga aksesori kecil, produk Guangdong tarik perhatian di Indonesia
Indonesia
•
01 Feb 2026

Presiden Meksiko sebut negaranya akan terus kirim minyak ke Kuba
Indonesia
•
30 Jan 2026

Teknologi PaMER hasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi, rendah karbon
Indonesia
•
30 Jan 2026

Megafactory Tesla di Shanghai kirim 2.000 lebih unit baterai megapack pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026
