
IMF proyeksikan pertumbuhan PDB Riil AS sebesar 2,6 persen pada 2026

Foto yang diabadikan pada 6 April 2021 ini menunjukkan eksterior kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Ting Shen)
Pertumbuhan PDB riil Amerika Serikat diproyeksikan sebesar 2,6 persen pada 2026, sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan Januari sebesar 2,4 persen.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah laporan dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang dirilis pada Rabu (25/2) memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil Amerika Serikat (AS) sebesar 2,6 persen pada 2026, sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan Januari sebesar 2,4 persen.
Dalam pernyataan yang menjelaskan temuan awal pada akhir kunjungan staf resmi, staf IMF yang hadir dalam Konsultasi Pasal IV (Article IV Consultation) 2026 menemukan bahwa setelah mengalami sedikit penurunan pada 2025, defisit federal AS diperkirakan akan melebihi 6 persen dari PDB dalam beberapa tahun mendatang, sementara rasio utang federal terhadap PDB diproyeksikan akan terus meningkat dalam jangka menengah.
IMF menilai bahwa tarif yang lebih tinggi merepresentasikan kejutan pasokan negatif bagi ekonomi AS, yang diperkirakan akan meningkatkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi sekitar 0,5 persen pada awal 2026, dan menurunkan tingkat output sekitar 0,5 persen.
Meskipun efek penerusan (pass-through) tarif kepada konsumen bisa lebih rendah dari yang diperkirakan, ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan dapat menimbulkan hambatan yang lebih besar dari perkiraan bagi aktivitas ekonomi AS.
IMF menyatakan bahwa jalur kenaikan rasio utang publik terhadap PDB, bersamaan dengan meningkatnya rasio utang jangka pendek terhadap PDB, menunjukkan risiko stabilitas yang meningkat bagi AS dan ekonomi global.
IMF mendorong AS untuk bekerja secara konstruktif dengan mitra dagangnya guna menangani kekhawatiran terkait praktik perdagangan yang tidak adil, serta menyepakati pengurangan terkoordinasi terhadap pembatasan perdagangan dan distorsi kebijakan industri yang memiliki dampak negatif lintas batas.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Kanker rugikan dunia 25 triliun dolar dalam 30 tahun ke depan
Indonesia
•
09 Mar 2023

Presiden Prabowo raih komitmen investasi 8,5 miliar dolar AS dari Inggris
Indonesia
•
22 Nov 2024

UE tangguhkan tarif 93 miliar euro atas produk AS, terlepas dari beda pendapat anggotanya
Indonesia
•
06 Aug 2025

Sejumlah bandara di Beijing tingkatkan fasilitas pembayaran untuk pengunjung asing
Indonesia
•
06 Feb 2024


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
