Banner

Ilmuwan selubungi jari robotik dengan kulit dari sel manusia

Ilustrasi. Para ilmuwan di Jepang menyelubungi jari robotik dengan kulit yang bisa menyembuhkan diri sendiri, terbuat dari sel manusia hidup. (charlesdeluvio on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Para ilmuwan di Jepang telah menyelubungi jari robotik dengan kulit yang bisa menyembuhkan diri sendiri, terbuat dari sel manusia hidup.

Dipimpin oleh Prof. Shoji Takeuchi, sebuah tim di Universitas Tokyo memulai membuat jari robotik yang digerakkan oleh motor artikulasi, yang mampu menekuk dan meluruskan seperti manusia.

Jari itu kemudian dimasukkan ke dalam silinder berisi larutan yang terbuat dari kolagen dan sel fibroblas kulit manusia yang merupakan komponen utama jaringan ikat kulit manusia.

Karena sifat alaminya, larutan itu menyusut dan menyesuaikan bentuk dengan kontur jari, membentuk lapisan hidrogel yang mulus.

Selanjutnya, para ilmuwan menambahkan lapisan sel keratinosit epidermis manusia, yang merupakan 90 persen dari epidermis manusia (lapisan terluar kulit). Ini membentuk penghalang penahan kelembaban/tahan air di atas gel, dan memberikan tekstur yang lebih alami pada jari.

Ketika perangkat robotik itu kemudian diuji, kulitnya ternyata cukup kuat dan elastis untuk ditekuk dan diregangkan dengan jari, tanpa patah. Apalagi ketika kulit dipotong dan kemudian ditutup dengan perban kolagen, perban itu berangsur-angsur berubah menjadi kulit di sekitarnya, sehingga menyembuhkan luka.

Konon, kulit yang direkayasa masih jauh lebih lemah daripada kulit manusia alami, dan harus terus-menerus disuplai dengan nutrisi untuk bertahan hidup. Para ilmuwan berencana untuk mengatasi kekurangan ini, dan menambahkan fitur seperti kuku, kelenjar keringat, folikel rambut, dan bahkan neuron sensorik yang akan memberikan rasa sentuhan.

Diharapkan kulit tersebut pada akhirnya dapat digunakan untuk membuat robot humanoid lebih hidup dan berhubungan dengan manusia.

Teknologi ini juga ideal untuk melakukan tugas yang membutuhkan sentuhan lembut namun tahan banting, dan untuk melakukan penelitian kulit tanpa menggunakan pengujian pada hewan.

“Kami terkejut dengan seberapa baik jaringan kulit menyesuaikan diri dengan permukaan robot,” kata Takeuchi. “Tetapi pekerjaan ini hanyalah langkah pertama menuju pembuatan robot yang ditutupi kulit hidup…. Saya pikir kulit hidup adalah solusi utama untuk memberi robot tampilan dan sentuhan makhluk hidup, karena bahan yang sama persis menutupi tubuh hewan. ”

Penelitian ini baru-baru ditulisan dalam makalah dan diterbitkan di jurnal Matter.

Sumber: https://newatlas.com/ dari Universitas Tokyo

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner

Iklan